Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa di Ternate Tolak Omnibus Law Berakhir Ricuh

0
69
Unjuk rasa ribuan mahasiswa di Ternate, tolak UU Omnibus Law

TERNATE, PilarMalut.id- Unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), Kamis (08/10/2020), menolak Undang-Undang Omnibus Law yang telah di sahkan berakhir ricuh.  Kericuhan dipicu lantaran mahasiswa berupaya masuk ke dalam kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, namun dihalangi anggota polisi yang mengawal unjuk rasa.

Sebelum terjadi bentrokan, awalnya mahasiswa dan polisi terjadi saling dorong sehingga kericuan pun tak terhindarkan. Akibat dari bentrokan tersebut, dua mahasiswa jadi korban dan satu wartawan Suara Indonesia, Aprillia Uci juga menjadi korban karena terkena lemparan batu, sehingga di larikan ke rumah sakit untuk medapat perawatan medis.

Saat terjadi kericuan, polisi mengejar mahasiswa untuk membubarkan secara paksa unjuk rasa, sehingga para mahasiswa lari berhamburan. Selain kericuhan di depan kantor DPRD Kota Ternate, bentrokan antara polisi dan mahasiswa juga terjadi di depan kantor Walikota Ternate, tepatnya dijalan pahlawan revolusi.

Dalam orasi, para mahasiswa menilai pemerintah pusat telah gagal melindungi hak kesejahteraan buruh, maupun kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami bersumpah tetap menolak UU Omnibus Law,” teriak mahasiswa.

Tuntutan Mahasiswa dalam unjuk rasa tersebut, mendesak pemerintah dan DPR-RI segera mencabut UU Omnisbus Law karena tidak berpihak ke masyarakat. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here