TP4D Kejati Malut Terkesan Lemah, Warga Loto Keluhkan Proyek Pengendali Lahar Gunung Gamalama

0
113

TERNATE, PilarMalut.id – Proyek pembangunan pengendalian lahar Gunung Gamalama paket I di sungai Togafo tahun 2017-2019 senilai Rp 145 miliar lebih, dinilai amburadul dan dikeluhkan warga.

Padahal, proyek tersebut juga dikawal Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, Tim TP4D Kejati Malut terkesan lemah tidak efektif dalam melakukan pengawalan berdasarkan tugas dan fungsi TP4D dalam memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir.

Salah satu warga kelurahan Loto, kecamatan Pulau Ternate, Arbin kepada sejumlah awak media, Senin (25/11/2019) mengatakan, proyek yang dikerjakan dengan anggaran ratusan miliar terkesan amburadul bahkan justru membuat warga yang hidup disekitar sungai Togafo menjadi khawatir, lantaran kondisi sungai yang dahulu memiliki kedalaman yang bisa menampung dan mengalirkan air banjir, kini mulai ditimbun pihak pelaksana pembangunan PT Arafah Alam Sejahtera.

“Kami khawatir karena yang mereka timbun ini nanti saat terjadi banjir, air akan meluap keluar dari sungai dan rumah warga bisa kena dampaknya,” katanya.

Menurutnya, timbunan yang dilakukan pihak pekerja membuat kedalaman sungai semakin berkurang. Misalnya, bronjong yang memiliki 7 susun atau tingkatan kini hanya tersisa 1 tingkatan. Hal itu membuat dasar sungai hampir sama ratanya dengan tepi permukaan sungai diatasnya.

 

“Bronjong saja mereka timbun, kalau banjir nanti bagaimana? Padahal, kami ingin dasar sungai ini dibuat lebih dalam agar air banjir tidak meluap keluar. Direktur PT Alam Sejahtera ini ibu Sisil dan pengawas namanya ibu Ira,” ujarnya.

Ia mengaku, warga telah berupaya meminta kepada pihak pekerja proyek agar melakukan pembersihan kawasan dalam sungai dan pekerja proyek sebelumnya menyanggupi permintaan warga tersebut namun belum juga dibersihkan, pihak pekerja telah membawa pulang semua alat berat yang digunakan dalam pekerjaan.

“Alat-alat berat itu mereka sudah bawa pulang di waktu tengah malam (dini hari). Paginya kami ke lokasi, mereka sudah tidak ada lagi,” tuturnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here