Tolak Omnibus Law di Ternate, Polisi Tangkap Mahasiswa, Pelajar Hingga Pedagang Kopi

0
230
Massa aksi penolakan UU Omnibus Law yang ditangkap polisi

TERNATE, pilarmalut.id – Sebanyak 19 orang massa aksi yang melakukan penolakan Undang-Undang Omnibus Law (cipta kerja) di depan kantor walikota Ternate, Selasa (13/10/2020), ditangkap polisi lantaran dianggap menjadi pemicu kericuhan. Polisi mencatat 19 orang yang ditangkap yakni mahasiswa, pelajar dan pedagang kopi yang terlibat dalam massa aksi.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan kepada wartawan mengatakan, 19 orang yang diamankan ini terdiri dari 13 Mahasiswa, 2 Pelajar, dan 4 Masyarakat.

“19 orang ini sementara di amankan di Kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan para pelaku tidak ada penangguhan penahanan,” ujarnya.

Ia menghimbau, menghimbau mahasiswa dan buruh melaksanakan aksi menyampaikan pendapat di muka umum harus tidak membuat situasi menjadi anarkis.

“Lakukan unjuk rasa penyampaian pendapat di muka umum dengan tertib, jangan menyebabkan kericuhan yang pada akhirnya mengganggu ketertiban umum bahkan anarkis, sehingga menimbulkan kerugian jiwa maupun materil,” tuturnya.

Data terima wartawan, 19 massa aksi yang ditangkap polisi diantaranya, inisial FU (19) Mahasiswa, JIA (24) Pedagang Kopi, MRA (19) Mahasiswa, MRG (23) Mahasiswa, IM (24) Mahasiswa, RMH (24) Penganguran, HBH (20) Mahasiswa, RB (17) Pelajar, LW (24) Mahasiswa, AR (20) Penganguran, UA (25) Mahasiswa, AFY (21) Penganguran, GA (21) Mahasiswa, MH (19) Mahasiswa, MI (18) Mahasiswa, GW (19) Mahasiswa, MA (19) Mahasiswa, AS (19) Mahasiswa dan FB (18) Pelajar. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here