Temuan BPK Proyek Gedung Rawat Inap RSUD Chasan Boesorie Akan Dikembalikan

0
145
Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Syamsul Bahri

TERNATE, PilarMalut.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate Syamsul Bahri angkat bicara terkait proyek pembangunan gedung rawat inap I, II dan III pada RSUD Chasan Boesoirie Ternate, yang menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI) Provinsi Maluku Utara nomor: 22.A/LHP/XIX.TER/5/2019 tanggal 27 Mei 2019.

Menurutnya, temuan BPK akan dikembalikan pihak ketiga sebagai pekerja proyek pembangunan gedung rawat inap I, II dan III pada RSUD Chasan Boesoirie Ternate. “Jadi temuan itu tetap harus pihak rekanan mengembalikan sesuai rekomndasi BPK,” katanya.

Ia menjelaskan, sejauh ini untuk proyek gedung rawat inap tidak masalah dan hanya menunggu pemasokan listrik langsung dilakukan penempatan perawatan, karena yang menjadi temuan dan masalah pihak rekanan.

“Bukan karena bagunan sudah resmi jadi tidak di tinggal, itu karena belum ada pemasukan listrik. Apalagi proyek ini sudah masuk laporan di Bappenas,” ujarnya.

Baca JugaProyek RSUD Chasan Boesorie Diduga Bermasalah

Proyek tersebut yang masuk ke data Bappenas secara bertahap, dengan kurung waktu lima tahun dengan posisi bangunan empat lantai dan enam gradasi. “Saat ini baru jalan tiga bangunan yang dibangun. Namun yang bangunan ketiga ini baru separuh, karena dana yang masuk tidak sesuai dengan pengusulan sebelumnya,” tuturnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here