Tempat Karaoke di Ternate Bisnis Miras Tanpa Izin Murni Pidana

0
161
Ilustrasi

TERNATE, PilarMalut.id – Praktek bisnis Minuman Keras (Miras) berlabel di sejumlah tempat karoke di Kota Ternate diantaranya D’Stadaion, Q-beat, Makugawene, D’Primer dan XKTV yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Ternate no 5 tahun 2004 tentang larangan peredaran miras, dinilai merupakan tindakan melawan hukum.

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Hassanudin Hidayat Kepada media ini, Jumat (23/01/2020) mengatakan, perdagangan miras di tempat karaoke bukan saja melanggar Perda no 5 tahun 2004 tetapi juga menyalahi Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Jika tempat karaoke disini jual Miras kemudian tidak ditarik retribusi atau pajaknya berarti besar kemungkinan usaha tersebut tidak memiliki izin jual beli atau berdagang miras dan ini murni perbuatan pidana” katanya.

Ia menjelaskan, dalam UU no 7 tahun 2014 pasal 106 dengan tegas menyebutkan bagi pelaku usaha yang melakukan usaha perdagangan tanpa izin maka dipidana penjara paling lama 4 tahun dan denda sebesar Rp 10 Milar.

“Selain itu juga di Pasal 24 ayat (1) UU No 7 Tahun 2014 pun menjelaskan tentang Perizinan, yang mana harus mendapatkan persetujuan atau yang diberikan oleh Menteri, termasuk izin jual beli minuman beralkohol,” ujarnya.

Untuk minuman beralkohol kata Dosen Hukum IAIN Ternate itu, telah di atur dengan detail dalam Pasal 18 Peraturan Menteri Perdagangan RI No : 20/M.DAG/PER/4/2014.

“Di ayat 1 pasal 18 menegaskan distributor, sub distributor pengecer atau penjual langsung yang memperdagangkan minuman beralkohol golongan B maupun golongan C wajib memiliki SIUP-MB, rata-rata minuman keras di tempat karaoke terlihat miras golongan B dan C karena kadar alkoholnya diatas 5 persen,” urainya.

Baca JugaJual Miras di Tempat Karaoke Langgar Perda Kota Ternate

Ia menegaskan, adanya miras berlebel di tempat hiburan malam atau karaoke di Kota Ternate sudah berlangsung lama dan sudah menjadi rahasia umum, namun Aparat Penegak Hukum (APK) tidak maksimal dalam menyikapi fenomena tersebut.

“Yang menjadi pertanyaan kita bersama dimana tugas aparat penegak hukum kita, kenapa miras berlebel bisa masuk Ternate dan diperjual belikan di tempat karaoke, apakah ini sengaja dibiarkan atau gimana?,” tandasnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here