Tanpa Suntikan Dana Dari Pemprov, Ini Terobosan Dirut Perusda KRM

0
308
Dirut Perusda Kie Raha Mandiri, Adnan Marhaban

TERNATE, PilarMalut.id – Perusahan Daerah (Perusda) Kie Raha Mandiri (KRM) milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang di nahkodai Adnan Marhaban, melakukan sejumlah terobosan baru meski tanpa suntikan dana dari Pemerintah Provinsi Malut.

Direktur Utama (Dirut) Perusda KRM, Adnan Marhaban kepada PilarMalut.id mengatakan, sejak dirinya di percayakan memimpin Perusda KRM, telah membuka jejaring kerja sama yakni, pembangunan dan pemasaran untuk produk IT smart city bekerja sama dengan PT. Akses Prima dan PT. Telkom, menjadi Agent Kapal Container Temas di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Sebagai forwarder/Ekspedisi Muatan Kapal Laut, melakukan kegiatan bongkar muat kapal asing di Taliabu bekerja sama dengan PT. Indonesia Ocean Truck, nekerja sama dengan beberapa perusahaan tambang yang berioperasi di Malut seperti PT. Iwip, Harita Group, PT. Wanatiara Persada, NHM untuk pengadaan mobil dumptruck, BBM dan logistic lainnya.

Ia mengaku, dirinya menggerakkan Perusda KRM tanpa mengunakan dana dari Pemerintah Provinsi Malut karena belum ada dana penyertaan modal dari pemerintah di tahun 2019 untuk Perusda KRM. “Semua fasilitas seperti kantor itu saya pribadi yang adakan, bahkan gaji karyawan saya bayar sendiri,” ujarnya.

Meski tanpa anggaran kata Adnan, dirinya saat ini melakukan loby beberapa investor di Siangapore untuk menggarap produk Perikanan, Perkebunan dan hasil hutan, serta berupaya pengadaan kapal cepat route Ternate – Obi Kawasi dan Pulau Gebe.

“Progres kedepan Perusda juga akan mengurus Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Nickel untuk produksi nickel mentah untuk dijual lokal ke beberapa perusahaan tambang yang memiliki Smelter. Perusda juga akan bangun Hotel dan Mall di Ternate, Sofifi, Tobelo, Weda, Buli dan Taliabu,” jelasnya.

Adnan menambahkan, Perusda KRM saat ini juga sebagai agent kapal turis yang masuk di Pelabuhan Ternate dan Tobelo bekerja sama dengan PT.Spectra Segara Line yang berkantor di Jakarta. Bahkan, sekitar 2 bulan lalu dirinya bersama team berkunjung ke Doha Qatar dala. rangka penjajakan pendirian Bank Syariah Maluku Utara dengan Investor di Qatar.

“Jadi tanpa penyertaan modal dari pemerintah tapi saya suda bisa jalankan bisnis perusda,” cetusnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here