Sudah Gunakan Rp 20 Miliar, Gustu Covid-19 Morotai Belum Lunasi Hutang Beras

0
304
Kepala Kejaksaan Negeri Morotai yang juga sebagai Bendahara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai, Supardi

MOROTAI, pilarmalut.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulau Morotai juga selaku bendahara penanganan Covid-19 di Pulau Morotai, Supardi, mengaku dana Covid – 19 Pulau Morota yang sudah digunakan kurang lebih Rp 20 miliar.

“Iya kurang lebih 20 miliar sekian. Data yang terakhir belum, tapi paling ngak di sana sudah terkunci tertanggal berapa,” kata Supardi, ketika dikonfirmasi wartawan dikantornya, Selasa (30/06/2020).

Ditanya sudah berapa besar dana Covid- 19 yang di geser ke bendahara Covid-19, dirinya mengaku bahwa dana yang masuk baru sekitar Rp. 20 miliar sekian.

“Yang masuk sekitar 20 miliar sekian, tapi data terakhir saya belum lihat dari BNI karena kan untuk bisa tahu yang masuk berapa kami harus konfirmasi ke BNI. Takutnya kita berikan angka pasti ini ternyata ada pergeseran dari keuangan ke penangan Covid.Kalau soal total anggaran ke keuangan saja, karena total anggaran beberapa kali ada pergeseran. Yang terakhir ini paling bagus di Konfirmasi ke keuangan,”tuturnya.

Meski telah menggunakan anggaran senilai Rp 20 miliar, tim gugus juga masih memiliki hutang di pedagang sembako di Pulau Morotai senilai Rp 3 miliar. “Masih ada 3 lebih untuk jenis beras,”akunya.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, M. Umar Ali, ketika dikonfirmasi waratwan dikantornya menjelaskan, total pagu anggaran yang di geser untuk penanganan Covid-19 di Pulau Morotai itu sebesar Rp 58 miliar lebih di dalamnya terdapat beberapa sumber anggaran yang di ambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

“Jadi dari total dana Rp. 58.504.405.870.000 itu diambil dari beberapa sumber mata anggaran, diantaranya, Belanja Tak Terduga (BTT) yang di realokasi itu sebesar Rp. 37.706.697. dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan yang di rekofusing itu sebesar Rp. 20.797.708.870. sehingga total pagu yang di geser itu Rp. 58 miliar sekian,”jelasnya.

Menurutnya, di dalam dana BTT terdapat dua sumber mata anggaran diantaranya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID) yang direalokasi. Sedangkan dana yang bersumber dari Dinas Kesehatan yang di geser untuk penanganan Covid murni dari sumber dana DAK Kesehatan tahun 2020 yang direkofusing.

“Untuk DAK Kesehatan, dari total 20 miliyar sekian itu yang sudah cair Rp. 9 miliyar sekian, sedangkan untuk dana BTT dari total dana Rp. 37 miliar sekian itu yang sudah cair Rp. 16 Miliyar sekian. Sehingga total dana yang sudah di realisasi untuk penanganan Covid itu Rp. 25 miliar sekian dari total pagu Rp. 58 miliar sekian itu,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, penggunaan dana Covid di Pulau Morotai itu dirinya tidak pernah menutup-nutupinya, bahkan jika di inginkan data penggunaan dana Covid dibutuhkan dirinya siap membuka untuk diketahui publik.

“Jadi tidak ada yang kita tutup-tutupi, semuanya terbuka. Jadi kita tetap transparan soal penggunaan dana Covid ini, bahkan kita juga bisa rilis data penggunaan dana Covid yang lebih rinci itu setiap minggu biar hal ini jangan di anggap kita tutup-tutup, karena kita memang tidak menutupinya,”tegasnya. (Zan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here