Soal Lahan di Ubo-ubo dan Kayu Merah, Kapolda Tatap Muka Dengan Masyarakat

0
84
Silahturahmi Kapolda Malut, Brigjen Pol M.Naufal Yahya didampingi Pejabat Polda bersama warga yang menempati lahan milik Brimob Malut

TERNATE, PilarMalut.id – Lahan milik Korps Brimob Polda Maluku Utara yang ditempati 140 Kapling Rumah warga kelurahan Ubo-ubo dan Kayu Merah belum ada titik terang. Kapolda Malut Brigjen Pol M Naufal Yahya melakukan pertemuan dengan masyarakat kelurahan Ubo-ubo dan kayu merah yang menempati tanah milik Polda Malut yang digelar di aula Mapolda, Kamis (06/12/2018) membicarakan soal lahan tersebut belum juga menuai hasil.

Kapolda Malut, M Naufal Yahya kepada awak media mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan masyarakat hanya sebatas siltaurahim untuk memberitahukan kepada masyarakat rumah yang saat ini mereka tinggal tanahnya milik Brimob Polda Malut.

“Kita sampaikan sama mereka bahwa tanah itu milik Polda, dalam hal ini untuk Brimob, hanya itu aja yang kita sampaikan dan mereka pada dasarnya sudah tau, jadi kami belum mengambil langkah-langkah tapi kami hanya menyampaikan itu aja” katanya

Ia menjelaskan, dalam silahturahmi tersebut belum ada kesepakatan seperti apa penyelesaiannya, antara masyarakat yang menempati lahan dengan pihaknya. “Belum ada kesepakatan, kita kasih tau dulu, kalau itu milik kita,” singkatnya

Sementara, kepala kelurahan Kayu Merah, Sahrudin usai silahturahmi mengatakan, permasalahan lahan Brimob tersebut hingga kini belum juga ada titik terang, padahal pertemuan warga dengan Kapolda sebelumnya baik, Brigjen (Pol) Zulkarnain maupun Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto dan Brigjen (Pol) Achmad Juri juga sudah pernah dilakukan.

“Setalah pergantian kapolda baru ini, tadi dia mengatakan aset ini sudah masuk di kementerian keuangan dan mau dibangun asetnya polisi karena berdasarkan DIPA yang sudah masuk melalui Polda, nah ini juga kita belum ada solusi,” katanya.

Menurutnya, Dengan adanya rencana pembangunan aset kepolisian yang sudah dianggarkan melalui Kementerian Keuangan dilahan yang saat ini ditempati warga dua kelurahan tersebut dapat diselesaikan.

“Sekarang ini pihak Polda belum memberikan kepastian, makanya kami minta adanya solusi yang terbaik untuk masyarakat, pada prinsipnya masyarakat bersikeras keluar dari situ, karena lahan itu juga masyarakat tidak melakukan penyerobotan tapi lahan itu dibeli dari para eks brimob,” tuturnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here