Sibualamo Malut Lebarkan Sayap, Kukuhkan Pengurus di Bumi Fagogoru  

0
156

HALTENG,PilarMalut.id- Badan Pengurus Sibualamo Provinsi Maluku Utara, mulai bergerak melebarkan sayapnya dengan membentuk pengurus di 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku Utara. Pebentukan pengurus Sibualamo di seluruh Kabupaten dan Kota di Malut, di mulai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Sibulamo di Kabupate Halmahera Tengah (Halteng), Rabu (30/12/2020).

Pelantikan pengurus Sibualamo Halteng  atau dikenal bumi Fagogoru tersebut, sebagai tindaklanjut pasca penyerahan mandat kepada Plt ketua Sibualamo di 8 Kabupaten dan Kota beberapa waktu lalu.

Pelantikan dan Pengukuhan Sibualamo Halteng periode 2020-2025, yang dipusatkan Pendopo Falcino Weda dengan tema “Eksistensi Sibualamo dalam perspektif Bhineka tunggal Ika“ di respon baik Pemerintah Kabupaten Halteng.  Sibualamo Halteng dipimpin  Pdt Yoksan Tomo yang dilantik langsung Ketua Umum BP Sibualamo Malut, Saifuddin Djuba

Bupati Halteng Edi Langkara selaku dewan Pembina Sibualamo Halteng dalam sambutannya dibacakan asisten I bidang pemerintahan, Basri Bututu mengatakan,  Bupati Halteng sangat mengapresiasi pembentukan pengurus Sibualamo di Halteng.

Sibualamo kata Basri, terdiri dari etnis Tobelo dan Galela (Togale) merupakan wadah rumah besar dalam menerapkan nilai budaya, kerukunan agama maupun kerukunan seluruh etnis yang ada  di kabupaten Halteng.

“Kepada pengurus yang dilantik dapat memberi kontribusi secara konstruktif dan ikut berpartisipasi secara aktif pada setiap tahapan pembangunan yang dilakukan Pemda Halteng ,” ujarnya.

Sementara, Ketua Umum Hibualamo Provinsi Malut Saifuddin Djuba, dalam sambutanya menjelaskan, Sibualamo merupakan organisasi masyarakat yang lahir atas dasar kesamaan pandang dan pemikiran terhadap berbagai persoalan baik sosial, politik, ekonomi, adat dan budaya, khususnya masyarakat Sibualamo dan masyarakat maluku utara pada umumnya.

“Sibualamo memiliki makna rumah pertemuan atau rumah bersama, saat ini generasi dengan semangat canga harus tetap mewujudkan, melestarikan dan memelihara nilai-nilai peradaban yang tumbuh, yang bersumber dari para leluhur sekaligus menjaga eksistensi yang mengandung hakekat menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, persaudaraan, toleransi dan gotong royong,” tuturnya.

Eksitensi sibualamo lanjut Saifuddin, merupakan lembaga sosial syarat dengan makna nilai budaya dalam kehidupan masyarat di Malut di transformasi secara mendalam dan luas dalam perspektif pembangunan Malut.

“Perspektif pembangunan keagamaan, sibualamo memberikan patokan dasar melalui komunikasi antar agama dengan prinsip menghargai ajaran agama masing-masing. Kasih sayang, kebaikan dan keadilan adalah bagian mendasar dari implementasi nilai sibualamo dalam kehidupan umat beragama, prinsip inksifisme beragama menjadi titik singgung sibualamo bagi masyarakat Malut yang multi kultur,” terangnya.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemprov Malut itu menambahkan, Filosofis utama sibualamo  yaitu nilai-nilai kekompakan dalam kebersamaan “Marimoi Ngone Futuru” atau bersatu kita teguh  dan kuat.

“Spirit kolektifitas dua arah, timbal balik, inilah yang menjadi karakter inti yang mendasar dari sibualamo,” tutupnya.

Turut hadir dalam pelantukan dan pengukuhan Sibualamo Halteng diantaranya,  anggota Dewan Pakar Sibualamo Provinsi Malut Kasman Hi Ahmad, Sekertaris Umum Sibualamo Malut  Malut Abdul Hasan Tarate, mewakili Kapolres Halteng Kapolsek Weda Iptu Yogie, mewakili Dandim 1512/Weda Lettu Inf Yunus, anggota DPRD Halteng  Munadi Kilkoda. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here