Seminar Keselamatan Laut Hasilkan 10 Poin Rekomendasi

1
325

TERNATE, PilarMalut.id – Seminar meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan laut yang digagas Komunitas Pers Sofifi (Kompress), Sabtu (06/10/2018) di Muara Hotel berjalan lancar.

Seminar yang melibatkan pemateri dari KSOP Kelas II Ternate, Basarnas Kota Ternate, Ditpolair Polda Malut dan Danlanal Ternate, telah melahirkan 10 poin rekomendasi yang siap diterapkan di pelabuhan Kota Ternate dan Kabupaten Kota lainnya.

10 poin rekomendasi yakni, pertama setiap keberangkatan speedboat dari pelabuhan Ternate menuju Sofifi, Jailolo, Rum Tidore dan pelabuhan Gita, wajib menggunakan life Jacket sebelum berangkat. Kedua, setiap speedboat wajib menyediakan alat keselamatan penyeberangan berupa life Jacket, senter, life body, orari dan GPS. Ketiga, KSOP dan Dishub Provinsi setiap hari wajib memeriksa kelayakan mesin dan alat kelengkapan keselamatan, sebelum speedboat diberikan izin berlayar. Keempat, Setiap pelabuhan wajib memberlakukan sistem tiket penumpang, yang didalamnya sudah termasuk asuransi keselamatan dari jasa raharja senilai Rp 2.000.

Kelima, KSOP dan Dishub Provinsi harus menempatkan petugas lapangan untuk melakukan pengawasan secara intensif di setiap pelabuhan speedboat yang dibantu pihak kepolisian dan Lanal Ternate. Keenam, Pihak Kepolisian, KSOP dan Dishub setiap saat perlu dilakukan sweeping, guna mencegah anak dibawa umur yang menjadi operator speedboat. Ketujuh, KSOP dan Dishub Provinsi segera melakukan koordinasi dengan KSOP dan Dishub kabupaten kota, guna menerapkan program keselamatan sebagaimana yang diberlakukan di Ternate.

Kedelapan, Pemberlakuan tarif penyebrangan speedboat disesuaikan dengan SK Gubernur, tanpa harus mengurangi seat (kursi) penumpang pada speedboat. Kesembilan, KSOP dan Dishub Provinsi, berkoordinasi KSOP dan Dishub Kabupaten kota untuk tidak mengeluarkan surat persetujuan berlayar, bagi speedboat yang tidak layak beroperasi. Kesepuluh, Pelabuhan semut Mangga Dua Ternate, dijadikan sebagai pilotprojekt penerapan keselamatan penyeberangan yang dimulai pada senin 8 oktober 2018.

Ketua Kompress Malut, Rusdi Abdurrahman mengatakan, ke-10 poin rekomendasi tersebut akan menjadi pegangan bersama, guna penerapan dan pengawasan petugas kepada semua speedboat yang ada di Kota Ternate, maupun di daerah lainnya.

”Agar 10 rekomendasi ini memiliki kekuatan hukum, kita akan tindaklanjuti pada penandatanganan bersama antara Gubernur, Kapolda, Kepala KSOP dan Danlanal yang rencana digelar di pelabuhan Semut Mangga Dua, pada Senin (08/10/2018) pagi,” ujarnya. (Ay).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here