Sekprov Malut Hadiri Sosialisasi Program Inklusi Keuangan

0
54

TERNATE,PilarMalut.id-Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo selaku ketua dewan nasional keuangan inklusif (DNKI), dalam rangka akselerasi inklusi keuangan maka dewan nasional keuangan inklusi menyelenggarakan sosialaisasi program inklusi keuangan bagi masyarkat melalui optimalisasi penyaluran KUR.

Dalam mendukung pencapaian target strategi nasional keuangan inklusif, dihadiri Deputi bidang koordinasi ekonomi makro dan keuangan pada kementrian koordinator bidang perekonomian selaku ketua sekertariat dewan nasional keuangan inklusif, Iskandar Simorangkir, Jumat (11/12/2020), di Sahid Bella Hotel Ternate.

Sekertaris Daerah Malut, Syamsudin A. Kadir dalam sambutannya mengatakan. dalam peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2016 tentang strategi nasional keuangan inklusif. dimana SNKI strategi nasional yang dituangkan dalam dokumen yang memuat visa,misi, sasaran dan kebijakan keuangan inklusif dalam rangka pertumbuhan ekonomi percepatan penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan antar individu dan antar daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat indonesia.

Target utama dari keuangan inklusif kata dia, menyediakan akses layanan keuangan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019, yang merupakan penjabaran butir ketujuh nawacita, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

“Pada kesempatan kali ini saya mencoba mengutip pesan bapak presiden, dimana presiden berharap agar kementrian dan institusi pemerintah yang terkait dengan strategi nasional keuangan inklusif agar benar-benar dipastikan strateginya sudah dibuat dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Maluku Utara melalui dinas UKM dan koperasi secara kelembagaan sesungguhnya memiliki tugas dan fungsi untuk membantu pihak perbankan, dengan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarkat mendapatkan kemudahan dalam memperoleh kredit usaha rakyat.

UMKM lanjut dia, terbukti memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional mencapai 60% dari produk domestik bruto (PDB). Namun, potensi UMKM untuk berkembang termasuk di Maluku Utara masih terbatas dimana salah satunya disebabkan rendahnya akses terhadap pembiayaan.

“Kedepan dengan adanya anggaran yang disiapkan pemerintah pusat setiap tahun untuk pengembangan ekomomi rakyat di daerah  dengan baik oleh pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah,” harapnya.

Sementara, Deputi bidang koordinasi ekonomi makro dan keuangan selaku ketua sekertariat dewan nasional keuangan inklusif, iskandar simorangkir dalam pemaparnya mengatakan,perlu diketahui bersama, kondisi global maupun nasional diperhadapakan dengan suatu tantangan yang luar biasa yakni covid-19, sehingga dampaknya terhadap ekonomi karena dilakukan pembatasan sosial berskala besar.

Lanjut Iskandar, Implikasi dari pembatasan tersebut membuat aktifitas ekonomi akan terhenti atau terganggu sehingga mengalami kontraksi ekonomi, tetapi ada beberapa sektor seperti pertanian dan infokom telah mengalami pertumbuhan positif di indonesia,

“ini merupakan hal yang bagus untuk menjadi motifasi, sehingga indonesia bisa dapat menyelesaikan dampak dari covid-19 ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, makna dari Inklusif itu terjadi di semua lapisan masyarakat tidak membedakan yang kaya dan miskin, tidak membedakan usaha mikro dan besar sama semua perlakuannya untuk mendapatkan akses kredit, akses pembiyaian usaha.

“Dengan adanya KUR dengan bunga murah dan tanpa anggunan tambahan itu adalah wujud nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena ini adalah sebuah bentuk keberpihakan pemerintah kepada usaha mikro, karena ini sebuah momentum yang baik untuk mempercepat pertumbuhan daerah yakni provinsi Maluku Utara,” terangnya.

Rangkaian kegiatan ini sebelumnya pemberian bantuan kepada para penerima KUR, debetur KUR dan beberapa pelaku usaha UMKM dari beberapa pimpinan Bank wilayah yaitu Bank Himbara, Bank BRi, Bank BNI dan Bank Mandiri serta PT. Jamkrindo.

Hadir dalam kegiata tersebut yakni Kepala Biro Ekonomi Provinsi Maluku Utara, Direktur Askrindo, Asdep Keuangan inklusif dan keuangan syariah, para Pimpinan wilayah Bank Himbara, BRI, BNI, dan Mandiri Kota Ternate, Pimpinan wilayah Askrindo, Pimpinan Wilayah Jamtrindo, Para penerima KUR, Para Debetur KUR dan para pelaku usaha UMKM serta tokoh masayarakat dan tokoh agama.(Div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here