Satgas Yonif 734/SNS Gagalkan Perdagangan Manusia Lintas Provinsi

0
182

TOBELO,PilarMalut.id- Satgas Yonif 734/Satria Nusa Samudera (SNS) melalui pos III/Tetwang, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (08/07/2019) sekitar pukul 23:00 Wit, berhasil menggagalkan perdagangan manusia (Human Trafficking) jaringan antar provinsi.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat Fatsia Jumati (47), yang merupakan orang tua korban perdagangan kepada Danpos Kao.
Dihadapan Danpos Kao, Fatsi Jumati mengaku, dirinya telah dibohongi dua pria bernama Josi Badodo (44) warga Desa Tawakali Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai dan Dedy Enginin (42) warga Desa Tunuo Kecamatan Kao Utara, yang datang ke rumahnya dengan alasan mengadopsi anak gadisnya untuk dirawat dan disekolahkan.

Kedua pria tersebut juga berjanji akan memenuhi segala keinginan ibu dari anak koraban trafiking dan memberikan uang sebesar Rp 1 Juta , serta meminta nomor rekening dan berjanji akan mentransfer uang sebesar Rp 10 Juta.

Tergiur dengan tawaran tersebut, sehingga Fatsia Jumati bersedia menyerahkan anaknya untuk dirawat dan dibesarkan. Namun setelah dipikir kembali, dirinya baru mengenal kedua pelaku dan curiga anaknya akan dipekerjakan sehingga Fatsia melaporkan hal tersebut ke Pos.

Berdasarkan laporan tersebut, Danpos Kao melaporkan hal tersebut ke Dansatgas Yonif 734/Sns Letkol Inf Edwin Charles, sehingga langsung memerintahkan jajarannya yang berada diseluruh pos untuk memperketat keamanan dan memeriksa setiap kendaraan yang melintas dengan bermodal foto yang diberikan pelapor.

Sekitar pukul 23:00 Wit, Danpos III/Tetewang Sertu Wahyudin Wahab bersama 2 personel pos berhasil mengamankan 1 unit kendaraan jenis pic up bernomor polisi DB 8386 OC warna hitam, dikendarai para pelaku dan mengangkut 2 orang wanita yang diduga korban Human Trafficking berinisial JW (13) dan NS (19) . Selanjutnya, pelaku dan korban kemudian diamankan ke Pos Satgas III/Tetewang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua gadis tersebut akan dibawa ke Manokwari Papua untuk dipekerjakan, selanjutnya Danpos berkordinasi dengan Polsek Kao kemudian pelaku digelandang ke Polsek Kao untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dansatgas Yonif 734/SNS Letkol Inf Edwin Charles, kepada awak media Selasa (09/07) mengatakan, pihaknya cukup prihatin dengan adanya kasus tersebut, mengingat berdasarkan laporan dari ibu korban bahwa antara dirinya dan pelaku tidak saling mengenal dan hanya dijanjikan sejumlah uang.

“Kasus Human Trafficking dengan modus seperti ini sudah sering terjadi di berbagai daerah, dan yang paling terburuk adalah anak-anak gadis dibawah umur. Mereka sering dipaksa untuk dipekerjakan di tempat-tempat prostitusi. Dengan adanya kasus ini, kami harap dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Maluku Utara agar tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal dan menjanjikan sejumlah uang maupun janji manis lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh personel Satgas yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara , untuk memeberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus juga membantu kesulitan masyarakat.

“Sehingga kehadiran kami dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Maluku Utara,” imbuhnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here