PT. Harita Group Siap Terima 2.000 Karyawan Baru

0
34082
Deputy Head Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman

TERNATE, PilarMalut.id – Perusahan Tambang PT. Harita Group atau Harita Nickel yang terdiri dari PT. Trimegah Bangun Persada (TBP), PT. Gane Permai Sentosa (GPS) dan PT. Megah Surya Pertiwi (MSP), yang terletak di Desa Kawasi Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, membutuhkan 2.000 tenaga kerja baru. Hal tersebut dikarenakan pihak perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 80 hektar untuk membangun smelter baru dengan investasi sebesar US$ 650 juta.

“Smelter baru ini akan bisa memproses Ore Nickel dengan kadar rendah yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan smelter yang ada di Indonesia. Smelter baru ini akan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai produk akhirnya,” kata Deputy Head Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman saat mengajak awak media meninjau langsung lahan yang akan di bangun Smelter, Sabtu (16/02/2019).

Ia menjelaskan, Management perusahaan sangat berharap dengan datangnya investasi baru yang akan membawa pengembangan bagi pembangunan daerah, baik dalam bentuk pajak dan juga dalam bentuk resapan tenaga kerja di daerah Malut. “Diharapkan dengan adanya smelter baru ini akan menciptakan kurang lebih 2.000 pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia” ujarnya.

Alexander mengaku, pihaknya sudah mempekerjakan 3.880 orang diantaranya 1.600 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di tambang, 2.000 pekerja TKI di Pabrik dan 280 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang bekerja di Pabrik.

“TKA yang ada di Pabrik diperuntukan bukan hanya untuk operasional mesin, tapi juga untuk melatih TKI dalam proses transfer teknologi. Sebab mesin dan teknologinya dari China, sehingga pelatihan dan transfer teknologi menjadi sebuah bagian penting dalam pekerjaan di Smelter;” tuturnya.

Untuk memastikan pelatihan dan tranfer teknologi berjalan dengan baik, Lanjut Alexander, Harita juga sudah pernah mengirim 242 Tenaga Kerja Indonesia ke China untuk belajar selama beberapa bulan.

“Dari 242 Anak Bangsa ini, 177 adalah putra daerah maluku utara, dimana sisanya siswa-siswa terbaik yang diambil dari Surabaya, Jakarta, Malang dan Ambon,” ujarnya (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here