Polres Halut Amankan Dua Senjata Api Peninggalan Konflik Horizontal

0
326
Senjata api yang diamankan Polres Halmahera Utara.

TOBELO,PilarMalut-  Polres Halmahera Utara (Halut), mengamankan dua pucuk sejata api karena seorang warga yang merupakan pemilik senjata api dengan sadar  menyerahkan langsung dua pucuk senjata, kepada salah satu anggota Polres Halut Bripka Salim Mahu.

Setelah mengaman dua puncuk sejanta, Bripka Salim Mahu menindaklanjuti penyerahan secara resmi kepada Kapolres Halut AKBP Yuyun Arif Kus Hardiatmo,  Rabu (16/01/2019) pukul 15.00 wit.

Hadir dalam penyerahan dua pucuk senjata api tersebut, Kabag Sumda Res Halut Akp Hi. Sumaryanto, Kasat intelkam Polres Halut Iptu Guruh Bagus Eddy suryana.

Kasubag Humas Polres Halut,Aiptu Hopni Saribu mengatakan, kronologis mengamankan senpi saat pemilik senjata api menghubungi  anggota Polres Halut Bripka salim Mahu, untuk datang ke rumah pemilik senjata api dengan alasan ada keperluan yang akan di bicarakan kepada Bripka Salim Mahu.

“Bripka Salim Mahu Tiba di Rumah Pemilik senjata api tersebut, dalam perbincangan itu pemilik senjata api menanyakan terkait ancaman kepemilikan senjata api bagi masyarakat umum, mendengar pertanyaan tersebut Bripka salim Mahu menjelaskan bahwa kepemilikan Senjata Api ilegal sangat di larang dan itu suatu tindakan kriminal, apabila ada masyarakat yang memiliki atau menguasai dan menyimpan senjata api secara ilegal maka akan di jerat dengan UU Nomor 12/DRT/1951,” ujarnya.

Mendengar penjelasan dari Bripka Salim Mahu, kemudian berselang lima menit pemilik senjata api masuk ke dalam kamarnya dan langsung menegeluarkan benda yang di balut menggunakan karung beras, kemudian pemilik senjata api membuka balutan karung tersebut dan menunjukan isi dari balutan tersebut ternyata  dua pucuk senjata api jenis Mouzher rakitan laras panjang, serta jenis revolver  atau senpi gengam.

“Pemilik senjata api menyerahkan dua pucuk senjata api tersebut dengan alasan bahwa Tobelo sudah aman, olehnya itu yang bersangkutan sudah tidak ingin memiliki senjata api tersebut tanpa syarat. pemilik senjata api tersebut juga mengharapkan agar Bripka Salim Mahu dapat menyembunyikan identitas dan berharap agar identitasnya tidak di Publikasikan,” tuturnya. 

Setelah mengamnkan dua pucuk sejanta api, Bripka Salim Mahu datang ke Polres Halmahera Utara dan bertemu langsung Kapolres Halmahera Utara AKBP Yuyun Arief dan Kasat Intelkam Polres Halut Iptu Guruh Bagus, untuk menyerahkan dua  pucuk senjata Api tersebut.

“Timbulnya kesadaran masyarakat terkait bahaya serta ancaman hukuman bagi masyarakat yang memiliki atau menyimpan senjata api ilegal, akan di jerat dengan UU No 12 / DRT / 1951 berkat giat pendekatan serta sosialisasi personil Polri serta lebih khususnya Bripka salim mahu,” terangnya.

Ia menambahkan, senjata api tersebut merupakan senjata sisa peninggalan konflik horizontal yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara pada tahun 1999-2000. ”Pemilik atau penyerah senjata api tersebut tidak menginginkan agar identitasnya di publikasikan,”tutupnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here