Polisi Diduga Aniaya Mahasiswa Unipas Hingga tak Sadar Diri

0
1096
Salah satu mahasiswa Universitas Pasifik Kabupaten Pulau Morotai, yang tak sadar diri akibat diduga dianiaya oknum polisi saat unjuk rasa di kantor DPRD Pulau Morotai.

MOROTAI, PilarMalut.id – Tindakan oknum anggota Polres Kabupaten Pulau Morotai, sudah melampui batas kewajaran, lantaran diduga menganiaya salah satu mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Riskal Fuad Samlan, hingga tak sadar diri (pingsan) saat melakukan unjuk rasa memprotes kebijakan Bupati Pulau Morotai Benny Laos, di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morotai, Rabu (12/12/2018).

Informasi yang dihimpun PilarMalut.id, diduga dua oknum anggota polisi berinsial SS Alias Syam, dan FA alis Fadlan, yang dengan sengaja menganiaya mahasiswa. Selain menganiaya korban, kedua oknum anggota polisi tersebut sengaja menodong mahasiswa yang juga Kordinator Distrik Unipas Samurai Malut itu, dengan pistol.

Akibat dari penganiayaan oknum anggota polisi, mahasiswa tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulau Morotai, sehingga korban langsung diberikan oksigen pembatu pernapasan lantaran korban tak sadar diri.

Tindakan brutal dua oknum polisi tersebut dikecam keras Presidium Samurai Malut. Yusran S. Sangaji. “Tindakan anggota polisi sudah diluar batas kewajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tindakan anggota Polres Morotai bertentangan dengan Peraturan Kapolri Nomor 16 tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Massa (Protap Dalmas).

“Dalam protap Dalmas bahwa anggota satuan dalmas dilarang bersikap arogansi dan melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur,” katanya.

Yusran menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat.

“Untuk itu kami akan melakukan langkah-langkah lain melaporkan kasus ini ke Polres Morotai atau Polda Malut untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kapolres Morotai sudah harus memberikan sanksi kepada anggota polisi yang malakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa.

“Kami meminta Polda Malut mengevaluasi Kapolres Marotai, karena membiarkan anggotnya melakukan tindakn kriminal penganiayaan terhadap mahasiswa,” tandasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar, saat dikonfirmasi PilarMalut.id via WhatsApp mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi anggota Polres Morotai menganiaya mahasiswa.

“Saya cek dulu informasi ini di Polres Morotai, karena saya belum dapat informasi kalau ada masalah ini,” singkatnya. (Rd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here