Polisi Dicurigai Sengaja Halangi Kedatangan Massa Unjuk Rasa dari Penjuru Morotai

1
794
Masyarakat Morotai unjuk rasa turunkan bupati Benny Laos

MOROTAI, PilarMalut.id –  Massa pengunjuk rasa turunkan Bupati Pulau Morotai  Benny Laos, Senin (03/12/2018), menuding aparat Kepolisian menghalang-halangi masyarakat dari sejumlah kecamatan, baik dari arah selatan barat maupun arah timur utara untuk mengikuti unjukrasa yang dilakukan di Kota Daruba. Bahkan, massa pengunjuk rasa mencurigai ada persekongkolan pihak Polres Morotai dengan Bupati Morotai.

Anggota polisi ditempatkan di dua titik jalan yang menjadi sentral aktifitas unjuk rasa yakni di Nakamura Desa Dehegila maupun arah Desa Momijiu. Polisi menghalang-halangi massa aksi dengan cara menanyakan surat-surat kendaraan khususnya kendaraan mobil Dum Truck, yang mengangkut para pendemo. Bahkan, memaksa para supir untuk segera memulangkan kendaraannya dengan alasan mobil truck tidak bisa mengangkut massa unjuk rasa.

“Massa di halang-halangi, kami meminta penjelasan dari Polres, sehingga kita saling menghargai, kita tidak akan mundur melawan kejaliman.” kata salah satu orator, Udin Seba di kantor DPRD Morotai.

Menurutnya, kedatangan massa ujuk rasa dari arah Timur dalam rangka melihat dan menghadiri unjuk rasa. Bahkan, kedatangan mereka tanpa dipaksa. Namun, Polisi mencoba melakukan penghadangan ditengah jalan. “Dari Timur, polisi menahan massa aksi, kami tidak memaksa massa aksi datang karena yang datang hari ini mereka ingin saksikan apa saja yang ada di DPRD. Kami sangat menghargai keamanan, timbul pertanyaan sekali lagi, massa yang punya keinginan sendiri, kenapa dihalang-halangi,” cetusnya.

Baca JugaMorotai Makin Mencekam Massa Bakar Gambar Bupati Benny Laos

Hal yang sama disampaikan orator lainnya, Fandi Latief. Ia mencurigai, penghalangan massa menuju dalam kota. Sebab, cara-cara yang dilakukan terindikasi terdapat upaya transaksional. “kenapa kami dihadang, ada apa ini? hukum jangan tajam ke bawah diatas tumpul. Kami duga kuat ada upaya transaksional,” cetus Fandi.

Sementara, Kapolres Morotai AKBP Mickail Sitanggang kepada wartawan mengatakan, pihaknya tidak melakukan upaya menghalang-halangi masyarakat melakukanunjuk rasa. “Maaf terkait massa aksi tidak ada kami lakukan pencegahan, namun lebih kepada penyelamatan massa aksi tersebut,” bantahnya.

Ia beralasan, penggunaan mobil dum truck dan pick up itu bukan berfungsi untuk mengangkut orang melainkan barang. “Mereka dibawa dengan truk/mobil pickup (bak terbuka) dimana kegunaannya hanya untuk mengangkut barang, sehingga yang kami tindak adalah pelanggaran lalulintasnya ,” tutur nya (Rd).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here