Polda Malut Kawal Ketat TPS Khusus di Enam Desa

0
403
Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar

TERNATE, PilarMalut.id – Polda Maluku Utara, mengawal ketat proses pencoblosan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara khususnya di enam desa pada Rabu (27/06/2016), yang menjadi sengketa antara Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat.

Sebab, Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Menyiapkan Tempat Pengutusan Suara (TPS) Khusus di enam desa. enam desa yang bersengketa yakni Desa Dum-Dum, Desa Tetewang, Desa Gamsungi/Akesahu, Desa Bubaneigo, Desa Ake Lamo Kao, Dan Desa Pasir Putih.

“Untuk enam desa yang bersengketa KPU membuat TPS khusus, sehingga personil Polda Malut dikerahkan untuk di kawal secara khusus dan ketat, “kata Kabid Humad Polda Malut, AKBP hendry Badar, saat dikonfirmasi PilarMalut.id, di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, Polda Malut menjaga ketat TPS yang dibuat khusus di enam desa, guna menghindari timbulnya konflik antara masyrakat di enam desa. “Memang enam desa masuk dalam ketegori rawan, jadi polda hanya menjaga kondisi di enam desa agar proses pencoblosan berjalan aman,” ujarnya.

Jelang H-1 Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada) Provinisi Maluku Utara (Malut), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara, Gelar rapat mendadak di ruang rapat KPU Malut, Selasa (27/06/2018).

Ketua KPU Malut Sahrani Somadayo mengtakan, pihaknya bersama Bawaslu telah melaksanakan rapat untuk menyelesaikan masalah pemilihan di enam desa antara perbatasan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat.

“Mereka menolak jika surat suara mereka di Backup KPUD Halut,” katanya.

Ia menegaskan, setelah masyarakat enam desa melakukan pencoblosan, surat suara langsung dibawa KPU Malut untuk dilakukan rekapan suara.

“Jadi akan di bawah langsung ke KPUD Provinsi untuk di hitung,” terangnya. (Fir).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here