Polda dan Sultan Tidore Tatap Muka Mahasiswa Papua

0
258

TERNATE, PilarMalut.id – Guna menjamin Keamanan dan kenyamanan mahasiswa asal Papua yang sedang menimbah ilmu di berbagai universitas yang ada di Maluku Utara, pasca insiden di Malang, Surabaya dan Makassar, Polda Malut melalui Direktorat Intelkam dan Sultan Tidore Husain Alting Sjah didampingi Wakil Rektor III Unkhair Syawal Abdul Ajid, serta kepala kampung Melanesia Malut Mochtar Adam menyambangi mahasiswa asal papua.

Dalam pertemuan tersebut sekaligus mengadakan silahrutahmi yang dipusatkan di ruang rapat gedung Rektorat Unkhair Ternate, Rabu (21/08/2019).

Sultan Tidore Husain Alting Sjah  dalam kesempatan itu mengatakan, sebagai sultan Tidore memilki hubungan baik dengan Papua dan sudah terjalin sejak berabad-abad lalu, sehingga jika ada yang melukai hati anak-anak papua yang ada di Maluku Utara sama dengan melukai dirinya.

“Kita adalah papua dan papua adalah kita, jadi perlu ade-ade ketahui keberadaan kalian semua yang ada disini, itu bukan sebagai tamu dari papua tetapi kalian sebagai tuan rumah dan tanah Tidore adalah rumah induk kalian, jika ada kesempatan pulanglah ke rumah induk kalian di tidore,” ujarnya.

Sultan Tidore ke 37 itu menegaskan, pihaknya tak akan tinggal diam dan akan melawan jika keberadaan mahasiswa papua yang ada di Maluku Utara diperlakukan sama dengan insiden yang terjadi di beberapa daerah.

“Jika setetes darah ade-ade mengenai tanah Maluku Kieraha, dengan Izin Allah dan kemampuan yang dititipkan kepada saya, akan saya lawan dan saya akan turun untuk berikan yang terbaik dari diri saya,” ujarnya.

Ia berharap, Mahasiswa Papua di Malut tidak merasa kecil, gundah dan tidak nyaman atas insiden yang telah terjadi tersebut. “Saya percaya, insya Allah, puji tuhan ade-ade tidak akan tersulut, terpancing dengan apa-apa yang telah terjadi kemarin, kita ambil hikmahnya bahwa semuanya sudah selesai, karena negara sudah menangani secara prosedur hukum,” tuturnya.

Sementara, Direktur Dir Intelkam Polda Malut, Kombes Pol. Alfian Budianto di hadapan puluhan mahasiswa asal papua mengatakan, siapa saja yang ada di Maluku Utara akan bersepakat  peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu tidak akan terjadi di Ternate khususnya dan Maluku Utara pada umumnya.

“Papua dengan Maluku Utara itu satu, jadi ade-ade tidak perlu hawatir, disini aman-aman saja. Mari sama-sama kita jaga kedamaian yang ada di Maluku Utara, jangan mudah terpancing dan terprofokasi dengan isu-isu hoax, fokus saja dengan tujuan ade-ade untuk menuntut ilmu disini, mengenai keamanan ade-ade, Kapolda sendiri sudah memberikanan jaminan untuk ade-ade semua jadi jangan takut dan hawatir,” imbuhnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here