Simak Ketentuan Pinjaman BRI Syariah 2021 

Nasabah bisa mengajukan pinjaman yang terhindar dari riba dan sesuai syariat Islam, salah satunya melalui pinjaman BRI Syariah. Sebelum mengajukan pinjaman, Anda harus mengetahui ketentuan pembiayaan di BRI Syariah maupun jenis pinjamannya, sebagai berikut. 

Mengenal Pinjaman BRI Syariah 

Pinjaman BRI Syariah adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah oleh BRI Syariah dengan skema pembiayaan mikro serta akad murabahah. Tujuan pembiayaannya sendiri yaitu investasi, modal kerja, serta konsumsi dengan ketentuan maksimal 50% dari tujuan produktif nasabah.

Pinjaman Bank BRI Syariah ada KUR BRI Syariah yaitu produk pembiayaan yang tujuannya kepemilikan barang modal kerja atau investasi. Kredit BRI Syariah ini diperuntukkan bagi wiraswasta atau pengusaha, dengan menggunakan akad murabahah atau jual beli. 

Plafon pembiayaannya terdiri dari KUR Mikro maksimal Rp50 juta serta KUR Kecil dengan rentang Rp50 juta hingga Rp200 juta. Selain diperuntukkan bagi wiraswasta, nasabah yang mengajukan KUR harus berusia minimal 21 tahun, serta mempersiapkan sejumlah dokumen. 

Adapun, dokumen yang dipersiapkan adalah copy E-KTP, copy kartu keluarga dan buku nikah. Dokumen lainnya, copy NPWP pribadi (jika mengajukan > Rp50 juta), serta copy SIUP, TDP, maupun surat izin usaha lainnya. 

Selain KUR, BRI Syariah juga memiliki produk pembiayaan Mikro Faedah, Multi Faedah, serta Purna atau Pra Purna. Sementara, jika Anda ingin mengajukan pinjaman online BRI Syariah atau mengetahui simulasi pembiayaan, maka bisa kunjungi website salamdigital.brisyariah.co.id.  

Pinjaman BRI Syariah dengan Jaminan 

Seperti skema pinjaman pada umumnya yang mensyaratkan jaminan, begitu juga BRI Syariah yang memiliki pinjaman BRI Syariah dengan jaminan. Adapun, pinjaman BRI Syariah jaminan sertifikat rumah yaitu KUR, Mikro Faedah, serta Griya Faedah.

Mikro Faedah yaitu produk pembiayaan yang tujuannya pemilikan barang modal kerja, investasi, konsumtif, serta take over bagi wiraswasta. Sementara, Griya Faedah adalah pembiayaan yang bertujuan kepemilikan properti, pembangunan maupun renovasi tempat tinggal.  

Serta, take over pemilikan rumah bagi pegawai dengan penghasilan tetap maupun wiraswasta. Adapun, pinjaman BRI Syariah jaminan BPKB motor yaitu produk pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan untuk nominal tertentu. Kemudian, ada juga KUR dan Mikro Faedah yang tidak membutuhkan agunan pada nominal tertentu. Namun, pembiayaan Mikro Faedah menggunakan akad murabahah, sewa beli atau hibah, dan syirkah. 

Tetapi, produk pembiayaan KUR dan Griya Faedah hanya menggunakan akad murabahah. Jadi, jaminan dalam pinjaman BRI Syariah bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis pembiayaan yang Anda pilih. 

Pinjaman BRI Syariah Tanpa Agunan 

Jika sebelumnya pinjaman BRI Syariah mengharuskan adanya jaminan bagi nasabahnya. Tetapi, ada yang namanya KTA BRI Syariah yang tidak mensyaratkan agunan bagi nasabah yang mengajukan pinjaman.  

Jadi Kredit Tanpa Agunan (KTA) ini dapat membantu nasabah yang membutuhkan dana cepat untuk keperluan darurat. Karena, pinjaman BRI Syariah tanpa agunan proses pencairan dananya memakan waktu kurang lebih tiga hari. 

Produk pembiayaan pinjaman tanpa agunan BRI syariah ini ditujukan bagi karyawan tetap yang bekerja di lembaga maupun perusahaan yang bekerja sama dengan BRI Syariah.  Jadi, produk ini khusus karyawan yang sistem pembayaran gajinya lewat BRI Syariah. Produk pembiayaan dari BRI Syariah tanpa agunan yang diperuntukkan untuk pegawai tersebut adalah Multi Faedah dan Purna/Pra Purna. 

Multi Faedah tujuannya memenuhi pemilikan barang maupun paket jasa konsumtif multiguna, serta take over kredit multiguna atau multijasa. Maksud dari kepemilikan barang atau paket jasa konsumtif multiguna yaitu kendaraan bermotor maupun roda empat, alat elektronik.

Selain itu, ada biaya pendidikan, jasa perjalanan wisata, serta barang atau paket jasa konsumtif lainnya. Akad yang digunakan adalah murabahah dan ijarah, tetapi pemohon pinjaman wajib melampirkan SK asli pengangkatan awal dan SK terakhir. 

Sementara, Purna Faedah adalah produk pembiayaan yang bertujuan memenuhi kebutuhan kepemilikan barang atau paket jasa sesuai prinsip syariah. Tetapi, produk ini dikhususkan bagi PNS aktif yang masa kerjanya tersisa kurang dari lima tahun, serta pensiunan PNS. 

Adapun, persyaratan yang diperlukan adalah SK asli pengangkatan awal dan SK terakhir bagi pegawai aktif. SK asli pensiun bagi pensiunan, serta SK asli janda atau duda pensiun bagi pensiunan yang sudah menyandang status tersebut. 

Jadi, pinjaman BRI Syariah terbagi menjadi beberapa jenis produk pembiayaan dan peruntukannya. Anda dapat menyesuaikannya dengan keperluan pribadi, serta jangan lupa untuk memahami persyaratan yang telah ditentukan.