Pilkades Serentak 88 Desa di Morotai Dilaksanakan 2021

0
256

MOROTAI, pilarmalut.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 88 Desa di Pulau Morotai pada 2021.

Kepala Bidang Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Pulau Morotai Firdaus Samad, kepada wartawan , Jumat (29/05/2020) mengatakan, pihaknya memastikan pelaksanan Pilkades di Morotai 2021 karena saat ini adanya pandemi Corona Virus (Covid-19), sehingga berdampak pada anggaran Pilkades yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) APBDes.

“Pilkades tunda karena anggaran Pilkades di alokasikan dalam APBDes sumber dana ADD akibat Covid-19. DAU Pulau Morotai berkurang yang berdampak pada pengurangan ADD 10% dari nilai DAU yang berkurang,” katanya.

Menurutnya, pengurangan anggaran bervariatif mulai dari Rp 50 juta, Rp 60 juta bahkan ada Ro 70 juta, sesuai degan besar kecilnya ADD per Desa. Sehingga apabila tidak di pangkas anggaran Pilkades akan berdampak pada Siltap (penghasilan tetap) dan Tunjangan Aparatur Desa dan BPD. “Pilkades tetap di tunda tahun depan 2021,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 88 Desa di kabupaten pulau Morotai ada 86 Desa yang ikut dalam Pilkades serentak 2020, namun dengan penundaan Pilkades di tahun 2021 tidak menutup kemungkinan dua desa diantaranya Samiamau Kecematan Pulau Rao masa periode 2022 dan desa Galo-Galo kecamatan Morotai Selatan yang masa periode 2021 akan ditarik bersamaan dengan desa lain, sehingga akan mengadakan Pilkades di 88 Desa.

“Dua desa tersisa itu kita tarik semua bersama, tapi kita lihat lagi waktu pelaksanaannya apabila masa berakhir dua kepala desa kurang dari satu tahun, maka dapat dipastikan ikut dalam Pilkades serentak. Untuk PMD sekarang tidak ada anggaran itu (Pilkades,red) jadi, semua fuul ke desa,” tuturnya.

Firdaus menambah, dalam syarat undang-undang periode 6 (enam) tahun maksimal dua kali melaksanakan Pilkades serentak, tapi bisa dilaksanakan satu kali.

“Jadi kita punya Perda terkait pemilihan kepala desa itu, kita rencana buat dua kali sesuai syarat undang-undang sebenarnya kemarin tahun 2019 dan tahun 2022, hanya saja di 2019 ada kendala, sehingga tertunda dan sekarang Covid-19 di tahun 2020 tertunda sehingga Pilkades 2021,” terangnya. (Zan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here