Petani Kopra Korban Penganiayaan Dirujuk ke RSUD Akibat Sesak Napas

0
245

TOBELO, PilarMalut.id – kondisi kesehatan korban penganiayaan Haiyun Galela, yang dilakukan oknum PNS dan Preman dalam unjuk rasa petani kopra di Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut) beberapa waktu lalu, rupanya semakin memburuk.

Korban saat ini mengalami kesakitan pada bagin rusuk kanan karena diduga tulang rusuk korban patah, akibat dari penganiayaan gerombolan PNS Pemda Halut bersama preman.

Akibat dari dugaan patahnya tulang rusuk, korban yang tak kuasa menahan sakit, akhirnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tobelo Kamis (06/12/2018), untuk mendapat perawatan medis.

Kondisi kesehatan korban terkini sangat memprihatinkan, karena korban mengalami sesak napas dan merasakan sakit di bagian rusuk. Saat ini korban tak berdaya dan hanya bisa meneteskan air mata lantaran tak kuasa menahan rasa sakit akibat dari tindakan oknum PNS Pemda Halut dan sejumlah preman murahan.

Ahmad Ari Galela, anak dari saudara korban Haiyun Galela, Kepada wartawan mengatakan, pada pukul 09:00 Wit, korbn mulai merasa kesakitan karena mengalami patah tulang rusuk dibagian kanan, bahkan korbn bernapas pun merasa sakit saat masih berada di rumah.

Meski begutu kata Ahmad, korban berupaya menahan sakit dan hanya berdiam diri di dalam kamar menunggu istrinya pulang dari kebun. “Selama dua jam itu istrinya juga belum pulang dan anak-anak korban mulai panik akibat melihat kondisi ayahnya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Anak-anak korban merasa takut melihat kondisi ayah mereka, sehingga berinsiatif membawa korban ke Puskesmas Galela, sekitar pukul 11:00 Wit. Korban sempat mendapat perawatan dari petugas Puskesmas yakni Iyan Dabi-Dabi. Hanya saja, di Puskesmas Galela tidak ada Dokter kemudian korban dirujuk ke RSUD Tobelo sekitar pukul 13:00 WIT, guna korban di ronseng untuk bisa di ketahui kondisi tulang rusuk korban.

Sementara, wartawan PilarMalut.id saat berbincang-bincang dengan korban di ruang perawatan RSUD Tobelo, korban mengaku, pada pukul 09:00 Wit tiba-tiba tulang rusuk bagian kanan mulai merasa sakit,dan susah bernapas. “Tiba-tiba saya merasakan sakit di tulang rusuk bagian kanan dan ketika saya bernapas pun setengah mati karena merasa kesakitan. Baru hari ini merasa kesakitan. sebelumnya belum merasakan nanti pagi tadi rasa sakit,” tutur Haiyun dan meneteskan air mata.

Korban dibawa dari Galela menggunakan mobil penumpang lantaran puskesmas tidak memiliki Mobil Ambulance, menuju ke RSUD Tobelo.

Terpisah, Dokter Andre yang menangani korban, saat dikonfirmasi PilarMalut.id menjelaskan, hasil rongsen kepada korban, tulang rusuk korban dan paru-paru tidak berpengaruh, namun korban mengalami infeksi daging bagian rusuk dan harus di rawat inap smpai korban sembuh. “Dia mengalami sesak napas dan dagingnya mengalami luka sehingga korban susah tidur,namun untuk gejala-gejalah lain tidak ada,” tutupnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here