Petani Kopra Korban Penganiayaan Alami Patah Tulang Rusuk

0
6941

TOBELO, PilarMalut.id – Korban penganiayaan, Haiyun Galela, yang dilakukan gerombolan preman yang videonya viral di Medsos, saat unjuk rasa di Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), Rabu (28/11/2018),  meminta Pemda Halut naikkan harga kopra, ternyata korban menahan kesakitan lantaran mengalami patah tulang pada bagian rusuk.

Korban saat ini merintih kesakitan dan hanya terbaring lemas di rumahnya di Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halut. Korban belum menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Tobelo, lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat.

Korban penganiayaan Haiyun Galela, kepada PilarMalut.id Sabtu (01/12/2018) mengatakan, meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya tidak minta banyak hanya meminta kepada polisi agar menangkap mereka, karena tindakan mereka sudah melebihi batas,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Korban yang keseharian sebagai petani kopra itu, meminta lembaga bantuan hukum untuk mendampinginya jika masalah tersebut diproses hukum. korban juga berharap polisi segera mencari pelaku penganiayaan.

“Saya hanya meminta kepolisian agar menangkap para pelaku agar supaya kejadian ini jangan lagi terulang, cukup saya dan adik saya saja yang jadi korban,” tuturnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here