Petani Galela Desak Gubernur Malut Cabut Izin PT KSO Capital Casagro

0
258
Masyarakat petani asal Galela melakukan aksi di kantor Gubernur Maluku Utara.

SOFIFI, PilarMalut.id- Ratusan petani asal Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (24/01/2019), kembali melakukan aksi di depan kantor Gubernur Maluku Utara, untuk mendesak Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba, mencabut izin perusahan PT KSO Capital Casagro.Sebab,hingga saat ini pemerintah belum menyediakan lahan cadangan untuk masyarakat petani.

Amatan PilarMalut.id di lapangan, masa aksi mendirikan tenda di depan pintu masuk kantor gubernur Malut meskipun diguyur hujan untuk menunggu kedatangan  Gubernur Malut, yang saat ini berada di luar daerah. Masa aksi tidak akan pulang jika belum bertemu Gubermur Malut untuk menyampaikan langusng tuntutan mereka.

Ketua Serikat Petani Galela, Arif Biramasi kepada wartawan mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan aksi lanjutan masyarakat sepuluh desa yang ada di Galela, karena aksi sebelumnya telah dilakukan di Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, namun itu tidak ada titik terang.

”Kami datang disini untuk meminta pada gubernur untuk menyesesaikan persoalan sengketa tanah di Galela,” ujarnya.

Masyarakat tani meminta Gubernur Malut untuk mengembalikan lahan masyarakat yang dirampas pihak perusahaan. Masyarakat menarik kembali lahan eks perusahaan PT Global lantaran pemerintah tidak menyiapkan lahan cadangan.

“Masyarakat sudah cukup menahan derita sejak tahun 1991 sampai 2019, tapi belum juga diselesaikan pemerintah,”katanya,

 Ia menjelaskan, masyarakat  petani 10 desa mengambil kembali lahan eks PT Global karena sejumlah perjanjian yang dilakukan pemerintah dengan perusahaan tidak ditetapi berupa menyediakan lahan cadangan seluas 2000 hektar sampai izin kontrak perushaan PT Global selesai.

”Kami hanya tuntut agar lahan kami dikembalikan, pemerintah janji siapkan lahan cadangan seluas 2000 hentar sampai saat ini tidak ada. Sehingga saat ini lahan tersebut kami ambil ulang, tapi saat ini ada perusahaan baru yakni PT KSO mau ambil alih lahan sehingga saat ini menjadi sengketa,” tuturnya.

Selain itu,m asyarakat petani Galela juga menagi janji Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba untuk menyelesaikan lahan tersebut, bahkan orang nomor satu di pemrov Malut pernah memerintahkan masyarakat petani untuk duduki ulang lahan eks PT Global dengan bertanam dan membangun rumah kebun.

”Gubernur perna janji pada kami di tahun 2014 lalu, untuk mengolah ulang lahan, serta membangun rumah kebun, mesjid. Perintah itu kami lakukan sehingga saat ini kami sudah bangun rumah, mushollah dilahan eks PT Global, karena gubernur janji akan selesaikan masalah lahan tersebut,”ungkapnya.

Ia menmabhakan,  pihaknya juga mendesak Pemprov Malut segera batalkan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT KSO Capitol Casagro, karena dinilai cacat hukum lantaran tanpa diketahui petani di 10 desa.”jika gubernur tidak merespon aksi kami, ini kami akan terus duduki kantor gubermur Malut,”tegasnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here