Pemilik Video Pembangunan dan Destinasi Pariwisata Komplain Pemda Halut

Masih Berhutang Rp 100 Juta, Video Ditayang Stasiun TV Nasional

0
1195
Kadis Kominfo Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Decky Tawaris



TOBELO, PilarMalut.id – Video ekspos Pembangunan serta Distinasi Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang di tayangkan salah satu stasiun TV Nasional beberapa waktu lalu rupanya di persoalkan CV. Manyawa.

Sebab video yang di berikan Dinas Pariwisata (Dispar) Pemerintah Kabupaten Halut, ke stasion TV Nasional untuk di tayangkan merupakan hasil karya CV. Manyawa.

Munculnya komplen video yang berdurasi kurang lebih 5 menit yang ditayangkan salah satu stasion TV Nasional hampir 100 persen merupakan hasil karya CV. Manyawa, karena belum di bayar lunas.

Terungkapnya Dispar berutang pembuatan video karena terekspos di media sosial Facebook melalui akun FB atas nama Stive Recaldo Karimang, pada 13 Desember 2018 pukul 16.43 WIT.

Postingan akun FB Stive Recaldo Karimang, menulis “Miris dengan kelakuan Pemda dalam hal ini Dinas Pariwisata, serta Dinas yang bertanggung jawab melakukan ekspose di TV One”.

Stive Recaldo Karimang merupakan salah satu anggota yang tergabung dalam CV. Manyawa. Dalam postingan juga ditulis, pihak CV. Manyawa sepersen pun belum menerima pembayaran dari Dispar Pemda Halut.

“Sebagian besar dari Video ini 100% milik CV. Manyawa, sampai dengan status ini dinaikkan kami CV. Manyawa belum menerima pembayaran sepeserpun dari Dinas pariwisata, dengan alasan anggaran video digeser ke tahun depan. Dinas pariwisata menunjuk kami CV. Manyawa untuk membuat video promosi pariwisata Halmahera Utara. Namun tanpa sepengetahuan/seijin kami, Pemerintah Daerah Halmahera Utara menggunakan sebagian besar video kami untuk kegiatan ekspose di TV One,” tuturnya Stive yang ditulis dinding FB nya.

Dalam postingan status Stive juga mengaku, video tersebut belum pernah publish ataupun upload ke media sosial. “Kami hanya memberikan video ini ke Pemda dalam hal ini Dinas Pariwisata sebagai bukti bahwa pekerjaan sudah selesai. Tolong hargai kerja keras kami. Cc Irwan Rainu” tulis Stive

Sementara, Kadiskominfo Pemda Halut, Deki Tawaris membenarkan adanya postingan tersebut. Sehingga, pihaknya telah memanggil Stive untuk dimintai keterangan atas postingan tersebut.

Deki mengakui, keabsahan video yang di tayangkan Stasiun TV Nasional sebagian besar merupakan milik CV. Manyawa yang saat ini belum di bayar Disparbud.” Dalam ekspose yang di lakukan materinya berisi Pembangunan jalan, pelayanan Publik, dan kegiatan promosi destinasi pariwisata pada pergelaran Wonderful Halmahera Utara beberapa waktu lalu. Namun video milik CV. Manyawa belum di bayar sehingga pihaknya mendesak Pemda agar segera membayar video tersebut dengan harga yang di ban roll Rp. 100 juta” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemda Halut telah mengalokasikan anggaran untuk pembayaran kepada CV. Manyawa pada APBD 2019. “Alasan Disparbud memberikan video milik CV. Manyawa ke stasiun TV Nasional karena dalam video tersebut memiliki nilai tinggi dalam promosi pariwisata sehingga di pakai untuk ekspose pembangunan.” tutupnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here