Pemda Halut  Sidang Pelanggaran Kode Etik Enam ASN

0
717
Onna Muluwere

TOBELO, PilarMalut.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Senin (13/05/2019) menggelar sidang kode etik terhadap enam pegawai ASN yang melakukan pelanggaran kode etik ASN.

Sidang kode etik enam ASN merupakan tindak lanjut dari KASN lantaran enam ASN tidak disiplin dan terlibat politik Praktis.

Kabid Adninistrasi Kepegawaian dan Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halut, Onna Muluwere mengatakan, enam ASN yang menjalani sidang kode etik karena hasil tindak lanjut dari KASN.

Pelanggaran yang dilakukan kata dia, berupa ASN tidak masuk kantor selama berbulan bulan,  keterlibatan ASN dalam politik praktis.

“Sidang terhadap pelanggaran kode Etik ini, karena tindak lanjut dari perintah KASN atas pelanggaran ASN tersebut,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan PP Nomor 23. Tahun 2010, para ASN sudah bisa di pecat jika tidak hadir selama 45 hari, dengan cara sesuai daftar hadir tanpa sidangpun bisa di pecat, baik itu yang terlibat politik Praktis.

Namun lanjut Onna, Pemda mengambil langka meringankan hukuman enam ASN dengan cara di panggil untuk klarifikasi.

“Jika kita ikut aturan maka mereka sudah bisa di pecat, namun karena ada kebijakan taktis dari Pemda sehingga enam ASN itu Hanya diberikan sangsi ringan,” imbuhnya.

Data yang dihimpun, enam ASN yang disidang kode etik diantaranya, guru SD Balisosang berinisial AN,  guru SMPN 2 Halut inisial RS,  Satpol PP inisial FRN, ASN di Puskesmas inisial AK, Sekdes Dokulamo inisial SO, dan ASN di kantor Kecamatan Galela Selatan, inisial RS. Dari enam ASN itu, pegawai kecamatan yang tidak pernah masuk kantor selama tiga bulan. (AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here