Pelaku Pembunuh Kiki Dijerat Pasal Berlapis dan Terancam Hukuman Mati

0
341

TIDORE, PilarMalut.id – kasus pembunuhan terhadap Gamaria W. Kumala alias Kiki (19), dilakukan Muhammad Irwan Tutuwarima alias Ronald yang sempat menggegerkan publik Malut, terus diselidiki pihak kepolisian.

Upaya tim gabungan Polda Maluku Utara (Malut) dibantu Polres Tidore Kepulauan (Tikep) mengungkap motif dibalik tewasnya Kiki, gadis cantik asal Malifut, Halmahera Utara.

Direktur Reskrimum Polda Malut Kombespol Anton Setiyawan melalui perss conference di Aula Polres Tikep, Jumat (19/07/2019), mengatakan, niat jahat awal pelaku muncul saat Kiki menaiki mobil yang dikendarai pelaku Muhammad Irwan Tutuwarima alias Ronal dari Tahane Halmahera Utara (Halut) menuju ke Sofifi. Tibanya di Sofifi tepat di Guraping, pelaku langsung melakukan perbuatan biadap dengan cara merampok serta memperkosa Korban untuk memuaskan nafsu birahi pelaku.

“Pelaku langsung membunuh korban dengan cara mencekik leher korban menggunakan karet lis kaca mobil yang berada di saku tempat duduk depan sebelah kiri sebanyak dua kali lilitan, hingga tewas,” katanya.

Setelah korban merenggang nyawa di kursi penumpang bagian tengah, pelaku kemudian mengendarai mobil menuju ke jalan 40 untuk membuang dompet, sepatu, tas korban dan selanjutnya menuju Lelilef, Kota Weda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), untuk membuang mayat dan menutupi menggunakan terpal dan dedaunan kering di dusun lukulamo desa lelilef weibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halteng.

Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku langsung melarikan diri ke kota Tidore Kepulauan untuk bersembunyi. Namun persembunyian pelaku diketahui polisi setelah polisi melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Pelaku ditangkap anggota polisi dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Tidore Bripka Ustang Usma, di rumah rekannya bernama Rifan warga Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

Anton menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan sepeda motor milik pelaku akan dikirim dari Loleo (oba tengah) menuju Tidore. Dari informasi tersebut kemudian Kanit mengecek ke pelabuhan Trikora dan didapati kendaraan roda 2 tersebut dijemput rekannya bernama Rifan atas suruhan pelaku.

Baca Juga : Kasus Pembunuhan Kiki Masyarakat Tahane Marah dan Blokir Jalan Trans Halmahera

Saat Kanit Reskrim Polres Tikep menginterogasi ternyata pelaku bersembunyi di rumah Rifan di kelurahan dokiri, Kota Tidore Kepulauan, kemudian langsung dilakukan penangkapan di rumah Rifan pada Kamis 18 Juli 2019.

“Pelaku sudah mempunyai niat jahat terhadap korban melakukan tindakan pidana, semenjak korban menaiki mobil pelaku dari Malifut. Selain itu, pelaku diketahui adalah residivis kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 2006 di halmahera timur, saat itu pelaku divonis 4 tahun penjara dan bebas pada awal tahun 2010,” terangnya.

Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal berlapis yakni, pasal 340 pembunuhan berencana, Pasal 339 Pembunuhan diawali dengan perbuatan pidana, Pasal 285 pemerkosaan, dan Pasal 366 pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan orang meninggal. Empat pasal berlapis tersebut pelaku dikenakan ancaman hukuman paling tinggi hukuman hati, penjara seumur hidup dan 20 tahun penjara. (Oi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here