Pelaku Buang Janin Bayi di Popilo Ditangkap, Akui Gugurkan Kandungan Gunakan Obat Bodrex

0
1573
Ilustrasi

TOBELO,PilarMalut – Kepolisian Resort Polres Halmahera Utara (Halut), akhirnya mengungkap dugaan pelaku yang mengugurkan kandungan dan membung janin di Tempat Pembuangan Akhir Limbah (IPAL), yang ditemukan sejumah anak-anak pelajar, di Desa Popilo Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, beberapa waktu lalu.

Pelaku yang gugurkan kandungannya berinisial NA, yang juga  diketahui sebagai PNS dilingkup Pemerintah Kabupaten Halut, ditangkap sejumlah personil Polwan Polres Halut, di rumah pelaku di Desa Popilo.

Kasubag Humas Polres Halut, Aiptu Hopni Saribu, kepada sejumlah awak media, Selasa ( 22/01/2019) mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yangg tinggal di sekitar TKP Desa Popilo, mengarah kepada seorang perempuan yang pernah diliahat para saksi dalam kondisi hamil yang tinggal tidak jauh dari TKP.

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui mengugurkan kandungannya dengan cara mengkonsumsi obat sakit kepala jenis tablet (Bodrex). ” Pelaku mengakui perbuataannya yaitu menggugurkan kandungannya yang berusia sekitar 5-6 bulan dengan cara mengkonsumsi obat sakit kepala (Bodrex) beberapa kali,” ujarnya.

Usai pelaku mengkonsumsi lanjut Hopni, kemudian pada tanggal 14/1/2019 sekitar pukul 18.00 wit pelaku mengalami sakit perut, selanjutnya pelaku pergi ke kamar mandi rumahnya kemudian pelaku merasa seperti ada yang keluar (maaf) dari alat kelaminya, pelaku dengan sekuat tenaga mengeluarkan janin berusia 5-6 bulan.

“Selanjutnya pelaku membersihkan janin tersebut dengan air dan kain, setelah bersih kemudian pelaku meletakan janin tersebut ke dalam sebuah ember kecil warna hitam, selanjutnya dibawah di belakang rumahnya yang saat itu dalam kondisi sepi dan gelap,  kemudian membuka saluran pembuangan yang terbuat dari beton untuk membuang janin ke dalam saluran pembuangan dan  pelaku kembali menutup saluran pembuangan tersebut,” tuturnya.

Diadapan polisi,pelaku beralasan  mengugurkan kandunganta karena merasa malu dan depresi lantaran janin tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang lelaki yang awalnya bertugas di Tobelo, namun sudah pindah ke Jailolo.

”Karena meminta pertanggung jawaban pacarnya, tetapi pacarnya menolak bertanggung jawab, sehingga pelaku nekat menggugurkan janin yg ada dalam kandungannya,” terangnya. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here