Pekan Depan Jenazah ABK Asal Ternate di Singapura Dipulangkan

0
182
Kadis Nakertrans Malut Umar Sangaji (Tengah) memberikan keterangan Pers (foto: Rais Dero)

TERNATE, PilarMalut.id – Jenazah Almarhum Saldi Djainudin yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) FV. Lu Rong Yuan Yu 869 yang meninggal di perairan Sri Lanka pada Selasa 18 Juni 2019 lalu, rencananya akan di pulangkan ke Ternate, Provinsi Maluku Utara pada akhir Juli atau pekan depan.

Kepulangan Jenazah ABK Kapal Asing yang beroperasi di luar negeri tersebut, disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Maluku Utara, Umar Sangaji dalam konferensi Pers di kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, Rabu (24/07/2019).

“Setelah kita mendapatkan kabar meninggalnya almarhum Saldi Djainudin, ABK Asal Kelurahan Rua Kota Ternate, kita langsung buat tim, kemudian tim tersebut lakukan Koordinasi dengan Pihak Perusahaan,” katanya

Ia menuturkan, pada Jum’at 19 Juli 2019 Tim Disnakertrans Malut berkunjung ke salah satu agen perekrutan Tenaga ABK kapal Ikan Luar negeri yakni PT. Delta Samudera Berjaya, tempat Almarhum Saldi direkrut yang berada di Kabupaten Tegal Provinsi Jawah Tengah.

“Dari situ tercatat almarhum Saldi bekerja pada PT. Lakemba Perkasa Bahari dengan PKL nomor:55181-08/PKL/LPB/2018 tertanggal 18 Agustus 2018 dan saat ini tepatnya sejak 18 Juli 2019 kemarin, Jenazah Almarhum Saldi sudah berada di salah satu Rumah Sakit di Singapura untuk menunggu pelaksanaan Otopsi,” ujarnya.

Hasil pembicaraan dengan pihak perusahan kata Umar, mereka bersedia memberikan santunan kepada keluarga almarhum dan akan mengantarkan jenazah kembali ke kampung halaman untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Setelah dilakukan otopsi pihak terkait di Singapura, perusahaan berjanji akan mengembalikan jenazah almarhum Saldi pada Minggu depan atau Akhir bulan Juli ini. Selain itu mereka juga akan memberikan hak dan kewajiban mereka berupa santunan kematian untuk Ahli waris atau keluarga almarhum” tandasnya.

Umar mengaku, keterlambatan kepulangan Jenazah almarhum ke Indonesia lantaran kekurangan dokumen berlayar kapal FV. Lu Rong Yuan Yu saat melintasi selat Malaka.

“Alasan pihak perusahan, Almarhum meninggal saat kapal berada di perairan Sri Lanka, dan dari Sri Lanka Menuju Singapura melalui selat Malaka karena melintasi selat malaka, saat itu mereka belum memiliki dokumen berlayarnya,” tuturnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here