Pasangan Kekasih Siswa SMA di Tidore Jadi Korban Pelecehan Seksual Supir Angkot

0
9441
Ilustrasi

TIDORE, PilarMalut.id – Sungguh Sial kedua pasangan yang masih duduk di bangku salah satu sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) di kota Tidore Kepulauan saat ingin merayakan momentum pertemuan perdana di kawasan pantai wisata Tobalo, Rum Tidore.

Namun pertemuan berakhir petaka karena keduanya di paksa salah satu supir angkutan kota (angkot) yang melintasi jalan tersebut untuk masuk ke dalam mobil, karena menuding pasangan kekasih tersebut berbuat hal senonoh. Bahkan sopir mengancam keduanya dengan melaporkan ke pihak kepolisian, ternyata sang supir yang berinisial H (40) asal kelurahan Rum tersebut ada maunya.

Korban RA (17) kepada awak media disela-sela membuat laporan di Polsek Tidore Utara, Senin (16/04/2018) menjelaskan, awalnya dirinya bersama pacarnya inisial MW (18) janjian untuk ketemu di Pantai Tugulufa, Setelah itu keduanya menuju Pantai wisata Tobalo, Rum Balibunga. Tidak lama kemudian, keduanya kembali ke parkiran sepeda motor. Sayangnya, ban depan sepeda motor milik mereka telah digembos orang yang tidak dikenal (OTK).

Kondisi ban motor kempes, kedua pasangan muda ini terpaksa meneruskan perjalanan. Namun, saat tiba di pintu masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kedua pasangan ini dicegat salah satu supir angkot yang sebelumnya diketahui berada di pantai wisata.

“Tiba-tiba om keluarkan tangan untuk tahan kami. Langsung dia bertanya, kalian berdua ada buat apa dibawa tadi. Tapi kita bilang tidak buat apa-apa,” ujar RA mengutip pernyataan supir.

Oknum supir kemudian mengancam lapor ke kantor polisi. Merasa tidak bersalah, kedua pasangan kekasih itu menolak. Sayangnya seperti sudah kerasukan setan, Supir bejat tersebut kemudian mendorong kedunya masuk kedalam mobil dan memaksa pasangan lelakinya mencium bibirnya dan mengeluarkan lidah, namun pasangan kekasih itu tidak mengindahkan kemauan supir.

Ironisnya lagi, supir menyuruh pasangan kekasih tersebut membuka celana untuk mempraktekkan hal tidak senonoh di hadapannya, namun perintah supir ditolak. Supir yang sudah dirasuki nafsu kemudian memegang kedua payudara RA dan menanyakan (maaf) RA masih perawan. “Kemaluan kamu besar atau tidak,” kata Supir sambil masukan tangannya di celana dan memegang kemaluan RA.

Kedua pasangan kekasih itu keluar dari mobil dan melarikan diri. “Pacar saya lari ke arah Utara dan saya lari menuju timur, kemudian saya menemukan seorang Ibu yang sedang lewat dengan mengenderai sepeda motor, lalu saya memanggil untuk tumpangi menuju di pelabuhan Rum,” tutur RA.

Keduanya lolos dari tangan sang sopir kemudian melaporkan kejadian tersebut di Polsek Tidore Utara. Atas laporan itu, anggota Polsek Tidore Utara langsung melakukan pemeriksa kepada pasang kekasih itu dengan status sebagai korban sekaligus saksi, sementara pelaku melarikan diri saat anggota Polsek mendatangi rumahnya di kelurahan Rum.

“Sudah dibuat laporan polisi. Sedangkan pelaku dalam tahap pencarian karena saat kita datang ke rumahnya yang bersangkutan kabur. Untuk penanganan kasus akan dilimpahkan ke Polres Tidore sebab polsek Tidore Utara tidak memiliki penyidik PPA dan juga polwan,” jelas Kapolsek AKP Samsul Bahri, saat di temui wartawan di ruang kerjanya. (Oi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here