Panwas Sebut Pihak Lain Tempelkan Stiker AGK-YA Dibingkisan Sembako

1
665
Koordinator Devisi Hukum Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Ternate, Asrul Tampilang

TERNATE, PilarMalut.id – Panitia Pegawasan Pemiluhan Umum (Panwaslu) Kota Ternate, tidak menemukan adanya pelanggaran pemilu dalam kasus pemberian bingkisan sembako yang diduga dilakukan tim sukses pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba-Al Yasin Ali (AGK-YA).

Tidak ditemukannya indikasi pelanggaran pemilu, setelah Panwaslu Kota Ternate, memintai keterangan sejumlah saksi berupa para pemberi dan penerima Sembako. Sebab dalam proses pemeriksaan, sejumlah saksi memberikan keterangan menyebutkan dalam bikisan sembako tidak berisi stiker pasangan AGK-YA.

“Ternyata dalam bingkisan tidak terdapat stiker Paslon tersebut dan itu keterangannya sama dengan Sidik Siokona, yang sebelumnya sudah dimintai keterangan,” kata Kasat Sentra Gakkumdu, Asrul Tampilang, saat dikonfirmasi PilarMalut.id, via handphone, Sabtu (02/06/2018)

Pihaknya kata Asrul, telah memanggil tujuh orang saksi, namun yang hadir hanya dua orang yakni Fatma Kam dan Suri Nifu. Dari kedua saksi tersebut juga mengaku, pemberian sembako dibeberapa kelurahan kepada kaum duafa merupakan insiatif Sidik Siokona dalam bulan suci ramadhahan yang tidak berhubungan dengan pemilihan gubernur. “Niat berbagi kepada kaum duafa untuk mencari amal di bulan suci ramadahan,” ujarnya.

Asrul menyebutkan, pemberian sembako yang dilakukan Sidik Sokona diduga dimanfaatkan pihak lain dengan cara menempel stiker AGK-YA. Sebab, Sidik Siokona juga masuk dalam Jurkam AGK-YA.

Baca JugaAsal Usul Uang Kertas Ternyata Dari Kerajaan Ternate

“Sembako dibagi secara cuma-cuma, hanya saja ada pihak lain yang sengaja menempelkan stiker tersebut dan kasus ini sudah di laporkan ke kepolisian untuk diselidiki,” tegasnya. (fir).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here