Masyarakat Desak Lurah Doyado Mundur

0
13

TIDORE, PilarMalut.id – Aliansi masyarakat Kelurahan Doyado Bersatu, menggelar aksi dan pemalangan kantor lurah Doyado yang mendesak agar lurah Doyado Mundur dari Jabatan, karena tidak sejalan dengan apa yang di inginkan masyarakat.

Aksi tersebut membuat Pemeritah kota Tidore bergerak cepat turun ke lurah Doyado, Kedatangan Sekda didampingi Kabag Pemerintahan, Zulkifli Ohorella, Kabag Humas, Asis Hadad dan Camat Tidore Timur bersama sejumlah OPD disambut dengan orasi dari Aliansi Masyarakat Kelurahan Doyado Bersatu dipimpin Koordinator Mohtar Kader bersama Ketua LPM Doyado, Majid Yasin yang sudah memalang pintu kantor dan membentangkan spanduk bertulisan “Penutupan Kantor Lurah sampai ada Lurah baru”.

Koordinator Aksi, Mohtar Kader menyampaikan empat point tuntutan kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan kepada Lurah Doyado, Hamid Razak yakni Mengingatkan kepada unsur pimpinan kelurahan agar lebih berbaur dengan masyarakat untuk membangun silaturahim; meminta agar melibatkan LPM dalam menyusun program kegiatan kelurahan, Meminta pihak Kelurahan agar lebih transparansi dan independensi dalam hal anggaran kepemudaan, Meminta Lurah membuat Surat Pengunduran Diri sebagai Lurah Doyado, Dan apabila tuntutan tidak dipenuhi maka masyarakat akan menduduki kantor lurah sampai tuntutan dipenuhi.

Menjawab tuntutan massa aksi, Sekretaris Daerah, Asrul Sani Soleiman mengatakan, kehadirannya di Kelurahan Doyado untuk menerima aspirasi warga kepada Pemerintah.

Sekda mengaku, sangat sesalkan sikap masyarakat yang tidak menyampaikan langsung aspirasi kepada dirinya, namun membuat aksi Palang Kantor Lurah. “Penutupan kantor tidak boleh dilakukan karena akan menghambat aktifitas pelayanan masyarakat oleh Pemerintah,” katanya.

Ia mengaku, tuntutan masyarakat yang disampaikan secara tertulis sudah diterima. “Sekarang saya minta agar masyarakat segera membuka pemalangan kantor dan mempersilahkan aparatur kelurahan melaksanakan tugas-tugas administrasi dan pelayanan. Tidak boleh lagi ada aksi pemalangan kantor pemerintah untuk menyampaikan tuntutan,” pinta Asrul.

Setelah melalui perdebatan alot, akhirnya masyarakat bisa menerima Kantor Lurah dibuka kembali untuk melakukan pelayanan. Sekda bersama sejumlah aparat membuka palang pintu yang menghalangi dan masuk ke dalam kantor untuk meninjau kondisi didalamnya. Usai pertemuan, Sekda meminta Camat Tidore Timur, Lurah Doyado dan Kabag Pemerintahan untuk menghadap di kantor Walikota. (Oi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here