Margarito Kritisi Ide Prabowo Beri Uang Pensiun ke Koruptor

0
295
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis

TERNATE, PilarMalut.id – Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis merasa geram dengan pernyataan Calon Presiden (Capres) Indonesia no urut 02, Prabowo Subianto atas idenya memberikan uang pensiun bagi para karuptor.

Hal tersebut dilontarkan Margarito Kamis saat menjadi pemantik dalam diskusi publik bertajuk #KopiBarengJokowiAmin yang digelar Tim Kampanye Daerah (TKD) Malut di Acustic Café, Jumat (12/04/2019) malam.

“Tidak ditemukan dasar hukum dari pernyataan Prabowo dalam video bahwa Prabowo hendak memberikan pensiunan pada para koruptor. Sama sekali tidak,” kata Margarito Kamis usai menonton pidato Prabowo dalam kampanyenya terkait ide Pensiunan Koruptor.

Menurutnya, metode pemberian sanksi kepada para koruptor yang ada di Indonesia saat ini, sama sekali belum efektif sebab angka kasus pidana korupsi belum berkurang, padahal memberikan sanski berupa penjara bagi koruptor agar adanya efek jera dan memberikan rasa takut kepada pejabat untuk tidak melakukan korupsi.

“Kita masih mengandalkan korupsi harus dilawan dengan memenjarakan. Ini yang masih dominan digunakan oleh lembaga penegak hukum kita di Indonesia. Kita tidak punya alternatif lain selain pidana penjara,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan konsep pidana penjara saja belum mampu merubah mental dan efek jera bagi koruptor, malah ditambah dengan memberikan uang pensiun bagi koruptor, bagaimana bangsa ini bisa bertempur melawan korupsi kalau konsepnya seperti itu.

“Saya menawarkan alternatif adminiatrasi dalam pertempuran melawan korupsi, yakni ambil semua duit yang dikorup, lipat gandakan sanksi dendanya, turunkan pangkat dan jabatannya tiga sampai 4 tahap jika dia seorang pejabat atau pegawai, kita miskinkan dia biar dia hidup dalam kemiskinan, saya pikir itu lebih efektif, dari pada biarkan dia hidup di penjara, makan minum dan sakit dibiayai negara, apalagi keluar penjara dapat uang pensiun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Biro Relawan TKD Malut, Omar Kayam kepada awak media mengatakan, tujuan dilaksnakannya diskusi tersebut untuk menghimpun dukungan ke Jokowi-Ma’ruf. “Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membuka wacana kritis bagi intelektual kita di Malut dengan menghadirkan Margarito, sehingga kita bisa dapat tersuplai ide-ide kritisnya,” katanya.

Ia menambahkan, selain menghimpun dukungan Jokowi-Ma’ruf, diskusi ini juga tidak membatasi opasan Prabowo-Sandi sebab ide Margarito Kamis penting dicernah dalam konteks hukum dengan melihat pernyataan Prabowo terkait gaji pensiun bagi para koruptor.

“Yang hadir juga ada dari tim oposan dan itu tidak masalah karena diskusi ini juga melihat respon pernyataan uang pensiun koruptor, Jika ide Prabowo itu terlaksana maka kita diperhadapkan dengan tiga institusi hukum yakni KPK, Kepolisian dan Jaksa bagaimana,”. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here