Maluku Utara Butuh Sosok Tjatur Sapto Edy di Senayan

0
90
Diskusi Publik Dari Indonesia Untuk Percepatan Kemajuan Maluku Utara

TERNATE, PilarMalut.id – Sejak Maluku Utara resmi terbentuk pada 4 Oktober tahun 1999 silam, tidak pernah terdengar namanya di Dewan Perwakilan Rakyar Republik Indonesia (DPR RI) baik itu pembahasan kemajuan Maluku Utara maupun perdebatan atau pertengkaran terkait Malut. Hal tersebut diakui Tjatur Sapto Edy dalam diskusi publik dengan mengusung tema “Dari Indonesia Untuk Percepatan Kemajuan Maluku Utara” yang dilaksanakan di Café Jarod, Selasa (09/04/2019) malam.

“Dari tahun 2004 hingga 2019, tiga periode saya di DPR RI tidak pernah mendengar atau diskurse mengenai maluku utara apalagi berdebat dan bertengkar terkait dengan maluku utara di Senayan,” kata Tjatur Sapto Edy pada diskusi tersebut.

Ia menuturkan, sumber daya alam yang ada di Malut sangatlah melimpah, namun sumber pendapatan daerah provinsi malut terhitung rendah, bahkan beberapa sektor bidang kemanusian, seperti pendidikan dan kesehatan cukup memprihatinkan.

“Hampir satu tahun setengah saya keliling Maluku Utara pernah saya jumpai warga didataran halmahera yang meninggal disebabkan menderita penyakit yang ringan dan fatalnya tidak mendapatkan akses pelayanan medis, begitu juga dengan dunia pendidikan kita di Maluku Utara” ujarnya

Menurutnya, Malut butuh sentuhan pemerintah pusat dan salah satu pintu masuk sentuhan tersebut ialah teriakan dari senayan untuk kemajuan Maluku Utara yang lebih baik. “Saya berharap publik maluku utara bisa melihat siapa sosok yang sangat tepat untuk duduk di senayan, agar aspirasi rakyat di daerah ini dapat diperjuangkan di kanca Nasional,” tandasnya

Ia menambahkan, Dengan adanya momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, masyakarat maluku utara dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih figur yang memperjuangkan kemaslahatan umat khusus di daerah kepuluan ini, baik itu di level nasional maupun di lokal.

“Pilihlah figur yang berpengalaman sebab di senayan itu tempat menyuarakan keinginan rakyat bukan tempat untuk duduk kemudian mendengar saja, saya sudah 15 tahun berkelana di senayan sebagai anggota DPR, dengan keadaan Maluku Utara seperti ini saya bulatkan niat untuk kembali ke senayan melalui jalur DPD dengan daerah pemilihan Maluku Utara,” akunya (Ay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here