Komnas PA ‘Warning’ Parpol dan Timses Libatkan Anak Bawah Umur Kampanye Pemilu 2019

0
189
Ketua Komnas PA dan LPA Provinsi Maluku Utara, Rais Dero.

SOFIFI, PilarMalut.id – Pemilihan umum tahun 2019 tepatnya pada April menjadi momen penting dalam demokrasi bangsa ini. Namun, sebelum hari pencoblosan tahapan kampanye akan dilakukan pasangan Capres dan Cawapres serta partai politik.

Dalam kegiatan kampanye tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Maluku , melarang orang tua, partai politik dan tim sukses tidak melibatkan anak-anak di bawah umur 17 tahun aktif, dalam kegiatan politik karena akan dijatuhi hukuman pidana.

“Kita wajib sosialisasikan Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jadi anak-anak yang belum berhak untuk menentukan pilihan dalam pilkada maupun pemilihan umum (pemilu) 2019 ini jangan sampai dilibatkan dalam kampanye maupun kegiatan politik lainnya. Karena, apabila itu terjadi, orang tua dari anak dan Partai Politik bisa dipidana,” kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Maluku, melalui rilisnya yang diterima PilarMalut.id, Minggu (4/2/2018).

Menurutnya, pelibatan anak dalam Pimilu 2019 bukan hanya diikutkan dalam kegiatan kampanye, tetapi ada beberapa kriteria pelibatan dalam kampanye. “Saya ¬†contohkan, ketika ada anak-anak dibawah umur 17 tahun tetapi dari ujung kaki sampai rambutnya sudah di bumbui atau ditempelkan dengan pernak pernik pemilu seperti stiker dan sebagainya, itu sudah merupakan pelanggaran. Dan hukumnya tidak main-main, “jelasnya.

Ia menjelaskan,dengan adanya aturan dan larangan bisa menjadi perhatian dari orang tua, guru di sekolah dan semua kelompok masyarakat untuk tidak melibatkan anaknya dalam pemilu.

Rais menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan intansi terkait seperti Bawaslu, Gakumdu dan KPU serta Partai Politik sehingga benar-benar tidak ada keterlibatan anak dalam kegiatan kampanye maupun kegiatan politik lainnya, yang berkaitan dengan momentum pemilihan umum 2019.

“Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan antisipasi terhadap keterlibatan anak dalam kampanye, maupun kegiatan politik menjelang pemilu 2019,” tutupnya. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here