KNPI Malut Ambil Peran Kawal Pileg 2019

0
314
Ketua DPD KNPI Malut, Thamrin Ali Ibrahim

TERNATE, PilarMalut.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara, siap mendukung langkah Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Ketua DPD KNPI Malut, Thamrin Ali Ibrahim dalam konfrensi pers di Corner Palace Hotel, Rabu (30/08/2018) mengatakan, pemilu dapat berjalan secara aman, adil dan sejuk, maka peran Polri sangat dibutuhkan mengawal para bacaleg nakal di pileg 17 April 2019 mendatang. “Dibutuhkan pengawasan dari semua pihak, salah satunya pemuda,” ujarnya.

Menurutnya, peran masyarakat dan pemuda tak kalah signifikan dalam mengawal proses pemilu. Sebab, pemuda dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian agar tidak terjadi instabilitas politik yang dapat mempengaruhi pemilih dengan sistem barter suara

“Peran kepolisian, pemuda dan masyarakat untuk mencegah instabilitas politik jelang Pemilu 2019 sangat penting. Karena, melalui kacamata kami beberapa tahun terakhir terdapat kekhawatiran secara masif yang dimungkinkan kecurangan akan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Malut, Fahrudin Maloko menambahkan, pada prinsipnya pemuda memiliki tanggungjawab untuk berpartisipasi mengawasi pemilu legislatif 2019 mendatang.

“Harapannya ialah peran pemuda dalam berkonstentasi agar dapat memaksimalisasi proses pileg ini, dengan memilih berdasarkan pada aspirasi maupun atas kehendak pemilih sendiri. Juga diharapkan tidak menjadi pemilih ‘pragmatis’,” ungkapnya.

Fachrudin menambahkan, secara garis besar, point penting yang akan di kawal KNPI pada pileg nanti berupa tatanan advokasi untuk mengurangi catatan-catatan pelanggaran klasik seperti yang terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya.

“Iya, tatanan advokasi yang dimaksud adalah untuk mengurangi pandangan dan kebijakan publik yang mana, peserta pemilu tidak lagi saling mempengaruhi sebagai sesama pemilih untuk meraup suara. Sehingga, pemilih tidak harus memilih berdasarkan pada materi, melainkan memilih caleg sesuai keinginan sendiri bukan karena paksaan atau pengaruh lain dari luar,” tutupnya. (Fir).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here