Ketua KPU Malut Tetap Ngotot Hanya 8 Kotak Suara Dibuka

Sebut Pernyataan Buchari Tidak Benar

1
1055
Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo

TERNATE, PilarMalut.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara, Syahrani Sumadayo, tetap ngotot KPU hanya membuka 8 kotak suara di dua Kecamatan yakni Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu 4 kotak suara dan Kecamatan Sanana, Kabupaten Sula 4 kotak suara, meskipun Kordinator Devisi Hukum dan Pengawasan KPU Malut, Buchari Mahmud telah membantah pernyataan Ketua KPU.

Buchari dengan tegas menyebutkan pembukaan kota suara pada Sabtu 1 September 2018 mendatang, total pembukaan kotak suara di dua kecamatan berjumlah 74 kota suara yakni 50 kotak suara di Kecamatan Sanana Kabupaten Sula dan 24 kotak suara di Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu. Namun, pengkuan Kordiv Hukum dan Pengawasan KPU Malut kembali di bantah Ketua KPU Malut.

“Iya, waktu baca berita soal 74 kotak akan dibuka saya langsung kaget, loh kenapa pak Buchari sebut akan membuka seluruh kotak suara di dua kabupaten yang diperintah MK itu. Padahal, KPU hanya akan membuka 8 kotak suara saja, sesuai dengan perintah MK,” kata Ketua KPUD Malut Syahrani Sumadayo kepada PilarMalut.id, di ruang kerjanya Juma’t (31/08/2018).

Baca JugaJumlah TPA Pileg Lebih Banyak Dibandingkan Pilgub Malut

Syahrani menegaskan, informasi yang diberikan Kordiv Hukum KPU Malut, hanyalah diskomunikasi.

“KPU hanya membuka delapan kotak suara saja pada hari sabtu besok, jadi informasi soal 74 kotak suara itu tidak benar,” cetusnya.

Ia menambahkan, kotak suara itu akan dibuka KPU Malut dengan mengundang saksi-saksi pasangan calon serta pihak kepolisian dan Bawaslu Malut.

“Jadi kami akan mengundang para saksi dari masing-masing paslon dan pihak kepolisian serta Bawaslu, untuk sama-sama menyaksikan pengambilan form C7 KWK yang diperintah MK,” tutupnya. (Fir).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here