Kemenparekraf Berikan 3.607 Paket Sembako ke Pelaku Ekonomi Kreatif

0
61

TERNATE, pilarmalut.id – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Maluku utara (Malut), kembali menerima bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), di Hotel Sahid Bella Ternate, Minggu (28/06/2020).

Bantuan yang diserahkan berupa paket beras dan lauk pauk siap saji dengan jumlah sebanyak 3.607 di peruntukan kepada pelaku sector pariwisata dan ekonomi kreatif ke 10 kabupaten/kota di Malut. Bantuan diserahkan secara simbolis Kasubdit infrastrukur digital ekonomi kreatif Fahmi Akmal, ke Gustu Malut yang diterima langsung Sekertaris Gustu Malut samsuddin Abdul kadir yang juga sebagai sekertaris daerah Pemprov Malut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Malut Tahmid Wahab mengatakan, dari jumlah 3.607 paket sembako yang dibantu kementerian, akan dibuat penyebaran ke 10 Kabupaten/Kota yang sudah disepakati bersama.

Ia menyebutkan, pendistribusian mulai dari kota Ternate dan Ternate termasuk angka penerima dalam jumlah yang begitu besar yaitu 957 paket, karena industri pariwisata terbanyak berada di Kota Ternate. Kemudian menyusul yang kedua Kota Tidore kepulauan (Tikep) sebanyak 424 paket.

“Kita mulai bergerak besok, kami juga sudah berkoordinasi dengan Polairud untuk pengamanan, dan ke gustu untuk pendistribusian,tetapi saat ini masih dalam komunikasi belum direalisasi, kita berharap dalam waktu dekat sudah terealisasi” ujarnya.

Tahmid menjelaskan, Pendistribusian tetap memaksimalkan protokol kesehatan di fasilitas umum yang khusus bersentuhan dengan Dinas pariwisata dan ekonomi kraetif .

Ditempat yang sama, Kepala Dinas pariwisata kota ternate Rizal Marsaoly kepada wartawan menjelaskan, pendistribusian kali ini berbeda dengan tahap satu yang lebih dikhususkan pelaku usaha pada pengelolah destinasi pariwisata seperti batu angus, jikomalamo, sulamadaha, tolire besar dan kecil.

“Namun pada tahap II yang di bagikan kementerian Pariwisata Bekraf Indonesia melalui Pemprov Malut kepada pelaku usaha yang terdampak dan khususnya kepada masyarakat atau kariawan yang sementara beraktivitas di Hotel, restoran, rumah makan, caffe dan lain-lain yang setara dengan itu,” tuturnya.

Sementara, kasubdit infrastrukur digital ekonomi kreatif, Fahmi Akmal menuturkan, program ini merupakan inisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif dan Pariwisata, untuk sedikit meringankan beban tenaga kerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di provinsi Malut.

“Kementerian pariwisata berharap, bantuan ini bisa didistribusikan segera mungkin mengingat pelaku sector pariwisata dan ekonomi kreatif sangat membutuhkan dan bisa tersampaikan kepada yang berhak karena itu yang di prioritaskan. mudah-mudahan jalinan silaturahmi kita bisa terus berlanjut dan program ini bisa menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutupnya. (Div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here