Kejati Serius Bongkar Dugaan Korupsi ‘Doi’ Rumah Ibadah di Disperkim Malut

0
226
Kasi Penkum Kejati Malut Richard Sinaga

TERNATE, pilarmalut.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), serius telusuri “doi” proyek pembangunan rumah ibadah di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rakyat (Disperkim) Maluku Utara Tahun Anggaran (TA) 2018-2019, yang terindikasi korupsi.

Juru Bicara Kejati Malut Richard Sinaga kepada sejumlah awak media, Rabu (17/02/2021) mengatakan, pihaknya saat ini serius menelusuri sejumlah proyek pembangunan rumah ibadah yang diduga masalah.

“Kita sudah memintah klarifikasi kepada pihak-pihak terkait yang diduga terlibat atau ada kolerasinya terkait pembangunan rumah ibadah,” katanya.

Ia menuturkan, sampai saat ini sudah dua orang yang dimintai klarifikasi terkait dugaan proyek rumah ibadah.

“Yang tadi datang itu PKK nya dengan inisial AD, sebelumnya juga sudah ada yang dimintai klarifikasi, jadi setau saya sudah sekitar dua orang lah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kejati Malut Erryl Prima Putera Agoes dalam konfrensi pers Rabu (10/02/2021) telah menegaskan akan menuntaskan dugaan pembangunan rumah ibadah bermasalah.

“Percayakan kepada kami, kasus rumah Ibadah kita tuntaskan,” tegasnya

Sekedar diketahui, pembangunan sejumlah rumah Ibadah diduga bermasalah ini menguat setelah Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, menemukan masalah di beberapa proyek yang melekat di Disperkim Malut.

Baca JugaKajati Malut Komitmen Tuntaskan Korupsi, Kasus Rumah Ibadah di Pemprov Ditelusuri

Temuan Pansus tersebut disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPJ dalam rapat paripurna di gedung DPRD Maluku Utara Selasa, 30 Juni 2020 lalu.

Dari sejumlah pembangunan rumah ibadah yang ditelusuri Kejati Malut, salah satunya rumah ibadah di Leleo Jaya dikerjakan dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan CV. Modern Maju Membangun di tahun 2018 dengan nilai Rp Rp.804.492.000, kemudian pembangunan tahap kedua dikerjakan CV. Fikram Putra di tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp.784.298.000.

Anggaran pembangunan Rumah ibadah (masjid) ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Provinsi Maluku Utara. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here