Kejati Malut Bidik Dugaan Korupsi Gedung Rawat Inap RSUD Chasan Boesoirie

0
284
Kajati Malut, Andi Herman saat di wawancarai sejumlah awak media

TERNATE, PilarMalut.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), akhirnya membidik dugaan korupsi pembangunan gedung rawat inap kelas I, II dan III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate milik Pemerintah Provinsi Malut.

Kepala Kejati Malut, Andi Herman kepada sejumlah awak Media, Selasa (04/02/2020) mengatakan, dirinya telah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan kasus Korupsi RSUD Chasan Boesoirie tersebut.

“Saat ini tim sedang melakukan pengumpulan data (Puldata) soal Rumah Sakit tersebut,” katanya.

Meski begitu, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail titik permasalahan yang terjadi dalam pembangunan gedung RSUD Chasan Boesoirie itu.

“Proses tahapannya atau hasilnya saat ini belum bisa kita ekspos ke publik, nantilah ya, teman-teman (awak media) dipersilahkan minitor atau kawal yang jelas sementara kita puldata dulu,” ujarnya

Sekedar diketahui, Proyek pembangunan gedung instalasi rawat inap kelas I, II dan III RSUD Chasan Boesoirie Ternate telah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2018, ini sesuai dengan pembayaran pekerjaan dari pemerintah ke pihak kontraktor berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dengan nomor:6719/SP2D-LS/BPKPAD/IV/2018, tertanggal 28 Desember 2018, namun hingga kini gedung tersebut belum dapat difungsikan.

Selain itu, pembangunan gedung tersebut juga di kawal TP4D Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, namun menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Malut bernomor: 22.A/LHP/XIX.TER/5/2019 tanggal 27 Mei 2019. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here