Kejari Musnahkan Babuk Ganja Dan Sosialisasi Tikep Bebas Korupsi

0
78

TIDORE,  PilarMalut.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), dalam merayakan Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada Minggu, 9 Desember 2018, dengan berbagai rangkaian kegiatan guna mensosialiasikan gerakan Indonesia Bebas Korupsi di wilayah hukum kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan Hari Anti Korupsi berupa pembagian puluhan kaos bertuliskan Indonesia Bebas Korupsi dan puluhan PIN, kepada masyarakat, BUMD, dan Pemkot Tidore yang diberikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Tidore, Adam Saimima, Kepala Seksi Intelijen Kejari Tidore, Safri Abd Muin, para Jaksa, ke sejumlah instansi masing–masing, Senin (10/12/2018)

Selain itu, Kejari Tidore juga pemusnahan barang bukti berupa ganja di halaman Kejaksaan Negeri Soasio, serta dilakukan pula kegiatan Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sudah dilaksanakan pada Kamis, 6 Desember 2018 lalu di aula penginapan Seroja Soasio.

Kegiatan pemusnahan barang bukti, turut dihadiri Kapolres Tidore AKBP. Dolly Haryadi, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Klas IIB Soasio, Wahyu Nurhayanto, pihak Pengadilan Negeri Soasio, Kasat Reskrim Polres Tidore, dan seluruh jaksa. Sedangkan pada item kegiatan pembagian kaos dan PIN, Kejaksaan Negeri Tidore, melakukan upacara Hari Anti Korupsi Internasional bertempat di halaman kantor Kejaksaan Tidore, dan dipimpin langsung Kajari Tidore, Adam Saimima.

Kajari dalam sambutannya menyampaikan, guna mendorong perbaikan dan penyempurnaan kualitas kinerja institusi dalam rangka menghadirkan penegakan hukum pemberantasan korupsi yang dapat memenuhi ekspektasi dan harapan besar publik, yaitu terciptanya Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi. “Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2018 kali ini, mengambil tema “Melangkah Pasti, Cegah dan Berantas Korupsi,” ujarnya.

Dalam sambutan itu, disampaikan juga Indeks Perilaku Anti Korupsi di Indonesia yang turun dari angka 3,71 pada tahun 2017 menjadi 3,66 pada tahun 2018, sesuai dengan rilis Badan Pusat Statistik Rl.

Selain itu, Jaksa Agung RI juga memberikan gambaran positif terkait kinerja Kejaksaan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, selama periode Januari sampai dengan November 2018 melalui upaya Penyelidikan sebanyak 1.251 perkara. Penyidikan sebanyak 792 perkara, Penuntutan sebanyak 1.481 perkara.

Dari jumlah Penuntutan tersebut sebanyak 792 perkara, merupakan hasil penyidikan Kejaksaan, dan 689 perkara berasal dari penyidikan Polri, dan sudah dilaksanakan eksekusi pidana badan sebanyak 972 perkara.

Adapun penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi yang berkualitas selama periode Januari sampai dengan November Tahun 2018, telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 522.452.034.001,67.

“Atas capaian tersebut, saya mengucapkan terimakasih kepada segenap jajaran Adhyaksa dimanapun bertugas. yang telah bekerja dengan keras dan semaksimal mungkin dalam melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan aset-aset kekayaan yang dimiliki negara yang telah dikorupsi. Dengan demikian. penegakan hukum yang tegas tidak semata memberikan efek jera dengan menghukum pelaku, melainkan juga mengoptimalisasikan upaya pengembalian dan penyelamatan keuangan negara yang hilang akibat korupsi,” kata Jaksa Agung yang dikutip Kejari. (Oi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here