Kapal Ferry Tenggelam Perairan Loloda, 6 Orang Belum Ditemukan

0
723

TERNATE, PilarMalut.id – Laut Maluku Utara kembali menelan korban, kali ini KMP Ferry Bandeng milik PT ASDP rute Tobelo-Bitung dikabarkan tenggelam di perairan Loloda atau tetapnya sebelah barat dari pulau Ibu, peristiwa naas ini diketahui setelah salah satu penumpang kapal Ferry Bandeng melaporkan ke Danpos SAR Tobelo, Rabu (15/08/2018) sekitar pukul 15.32 wit, kapal yang meraka tumpangi tenggelam.

Namun dari kejadian tersebut Tim SAR berhasil evakuasi 45 penumpang dan ABK kapal, namun masih 6 korban belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun PilarMalut.id,  Tim SAR Basarnas Ternate mendapatkan laporan dari Kepala ASDP Cabang Ternate  yang menyebutkan KMP Ferry Bandeng dari Tobelo menuju Bitung mengalami gangguan atau mati mesin, namun dari informasi tersebut Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Tim SAR Pos Tobelo bahwa kapal tersebut tenggelam lantaran dihantam ombak,

“Pukul 15.30 wit, kami Terima informasi dari Bpk. Wisnu (Kepala ASDP Tte) bahwa KMP Feri Bandeng Bertolak dari Tobelo Menuju Bitung, namun berselang 2 menit atau pukul 15.32 wit, DanPos SAR Tobelo Menerima telpon Dari penumpang Erwin Mahasari, bahwa KMP Feri Bandeng Di Hantam Ombak Hingga Tenggelam Di Sekitar Perairan Loloda Sebelah Barat Depan P Ibu,” kata Kepala Basarnas Ternate M. Arafah, melalui Kasubag Humas Basarnas Ternate Fahri Yosua, kepada wartawan, Rabu (15/08/2018).

Dari informasi tersebut, Tim SAR Basarnas menggunakan KN Pandudewanata stay di Pulau Batang Dua, menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi para korban dari kejadian, kondisi evakuasi sedikit terhalang lantaran cuaca gelombang serta langit mulai gelap.

Namun berdasarkan informasi yang diterimah Danpos SAR Tobelo dari salah satu korban yang sempat menghubungi salah satu penumpang KMP Bandeng bahwa KMP Bandeng sudah tenggelam, seluruh korban sementara evakuasi mandiri dengan menggunakan 4 sekoci sekitar 40 Nm arah Barat Daya Pulau Dama, Loloda Kepulauan.

”Dari informasi ini, Petugas Kom 306 meminta bantuan 03 Makassar untuk merelay info tersebut ke KN SAR Pandudewanata via Radio SSB,” katanya

Ia mengaku, berdasarkan informasi yang diterimah jumlah penumpang sebanyak 42 orang terdiri dari 18 ABK Kapal dan 24 penumpang, namun diperkiraan jumlah penumpang lebih dari 42 orang, serta mengangkut 8 truk sedang dan 4 truk besar. Informasi yang dihimpun Tim SAR pukul 20.00 wit bahwa KN SAR 237 Pandudewanata melakukan komunikasi dengan sinar cahaya yang diperkirakan merupakan Liferaft (Sekoci) dari Para Penumpang KMP Bandeng namun masih belum dapat dipastikan objek.

Sedangkan kondisi cuaca laut, kecepatan angin 17 Kts, ke arah 0° sedangkan kondisi Arus Laut : 1,4 Kts, ke arah 45° sementara tinggi gelombang capai 2-Meter, sehingga tim SAR sedikit kesulitan serta suasa langit yang gelap. Tim SAR mendapat komunikasi dengan Capt. KN SAR 237 Pandu via Hp untuk meneruskan informasi posisi terakhir 1 sekoci KMP Bandeng. Dan selanjutnya KN SAR 237 Pandudewanata bergerak menuju perkiraan lokasi tersub.

”KN SAR 237 Pandudewanata berpapasan dengan KM Ratu Maria dan meminta bantuan untuk terlibat dalam proses pencarian 4 liferaft KMP Bandeng.” katanya

Kemudian pada pukul 00.25 wit, Tim SAR terima informasi dari Bili (Orari Halut)  sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi Kapal Nelayan menuju Desa Baja, Pulau Doi diantaranya 6 Perempuan 11 Laki-laki.

“Pukul 01.09 wit KN SAR 237 Pandudewanata berhasil mengevakuasi total 28 orang dari liferaft di koordinat 02°02.20’N/127°40.882′ E. Selanjutnya KN SAR 237 Pandudewanata menuju ke Desa Baja untuk menjemput 17 orang korban yang telah dievakuasi oleh kapal nelayan dan akan dibawa menuju Pelabuhan Tobelo,” Ungkapnya.

Selanjutkan pada Kamis (16/08/2018) pukul 03.30 wit, KN SAR 237 Pandudewanata membawa 45 orang korban menuju ke Pel. Ahmad Yani Tte dgn Jarak 76.9 Nm dgn speed 20 Kts, Estimasi waktu tempuh 3 Jam 50 Menit, Perkiraan tiba di Pelabuhan A. Yani Ternate.

”Berdasarkan laporan dari Capt. KN SAR Pandudewanata setelah melakukan pendataan dari korban yang on board di kapal, masih ada 6 orang korban yang belum ditemukan (5 Abk, 1 Penumpang). Untuk itu KM Sandaga Nusantara (DanPos SAR Tobelo serta Tim SAR Gabungan on board di atas kapal) digerakkan dari Tobelo menuju ke LKK untuk melakukan pencarian terhadap 6 orang korban yang belum ditemukan,” terangnya. (Gun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here