Jual Miras di Tempat Karaoke Langgar Perda Kota Ternate

0
110
Minuman Keras Berlebel

TERNATE, PilarMalut.id – Tempat hiburan malam di Kota Ternate, berupa Royal Karaoke dan D’Primer, Q-beat, XKTV Karoke dan Cafe Karoke Makugawene dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) peredaran minuman keras (miras). Sebab, sejumlah tempat hiburan malam tersebut secara terang-terangan melakukan jual beli minuman keras.

Meski pemilik bisnis kakap tempat hiburan malam dengan bebas menjalankan bisnis minuman keras, namun Pemerintah Kota Ternate, aparat penegak hukum sengaja menutup mata. Bahkan, pihak aparat penegak hukum hanya bernyali menindak masyarakat kecil yang melakukan bisnis minuman keras jenis cap tikus, sedangkan pelaku bisnis kelas kakap minuman keras berlebel dibebaskan.

Bebasnya peredaran miras di tempat hiburan malam, menarik perhatian praktisi hukum Muhammad Conoras.

Menurutnya, aparat penegak hukum serta pemerintah kota Ternate mengetahui peredaran miras di tempat hiburan malam yang melanggar Perda, namun terkesan membiarkannya.

“Mereka berani membasmi miras berlebel kecil seperti cap tikus saja, sedangkan miras yang ada ditempat hiburan malam di bebaskan, padahal perda nyata-nyata melarang keras,” ujar conoras kepada sejumlah wartawan.

Ia menuturkan, pemerintah Kota Ternate beserta aparat penegak hukum lainnya harus lebih ketat mengawasi peredaran miras berlebel di sejumlah tempat hiburan malam. Jika miras berlebel disediakan ditempat hiburan malam adalah ilegal.

Bahkan, Conoras menduga masuknya miras berlabel di Kota Ternate, merupakan bagian permainan antara aparat penegak hukum dengan pemilik tempat hiburan malam.

“Ini menjadi perhatian serius. Penjual cap tikus itu ditangkap dan didenda, sedangkan miras berlabel yang tak punya izin itu dibiarkan dan beredar di sejumlah tempat karaoke di Ternate. Apakah ini tidak ada koordinasi antara aparat penegak hukum dan Pemkot atau ada bekingan soal ini, sehingga miras berlabel ini bebas ditemukan di tempat hiburan malam,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Kota Ternate, Ahmad Yani saat dikonfirmasi mengaku, minuman keras berlabel di tempat karaoke Royal maupun semua tempat hiburan malam lainnya di Kota Ternate tidak dikenakan pajak. Sebab, Perda di Kota Ternate melarang peredaran miras.

“Jadi selama ini peredaran miras di tempat hiburan malam itu tidak dipungut pajak. Kalau kami pungut kami bertentangan dengan peraturan, karena Perda melarang peredaran miras,” singkat Ahmad Yani. (Ay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here