JASRI USMAN, Organisasi dan Hubungan Antarsesama Manusia

Oleh: M. Kubais M. ZeenEditor, Penulis Freelancers. Esai dan artikelnya pernah dimuat Koran TEMPO, Seputar Indonesia, Koran SINDO, Posko Malut, Malut Post, Seputar Malut.

0
45
Ketua PKB Malut, Jasri Usman

Setiap manusia dijamin haknya untuk berorganisasi atau berkumpul, bersarekat, Namun, tak semua berpikiran dan berjiwa terbuka (inklusif), serta dapat dipercaya. Jasri Usman, calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan calon Wali Kota Tauhid Soleman—TULUS—yang diusung PKB dan Nasdem pada Pilwako Ternate, adalah pengecualian: berorganisasi, inklusif, dan dipercaya.

Lelaki sederhana dan tak tinggi hati itu mulai jautuh cinta dengan organisasi sejak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Ternate. Di sekolah ini, Jasri jadi pengurus OSIS, dan di bangku kuliah IAIN Alauddin Ternate, selain di organisasi Pelajar islam Indonesia (PII), ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kariernya di dunia organisasi terbilang bagus. Pada tahun 1996-1997, Jasri yang ketika itu sarjana yang tetap aktif di PMII sembari jadi buruh di Pelabuhan Feri Bastiong,  diamanahi jabatan Ketua Umum PMII Ternate. Setahun kemudian, sebagai Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Wilayah Maluku Utara, periode 1998-2003. Artinya, dia bukan buruh “kacangan,” melainkan buruh tulen.

Runtuhnya kekuasaan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998, partai politik tumbuh laksana jamur di musim penghujan. Dan, Jasri dipercayakan menjadi Ketua Deklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Maluku Utara yang ketika itu masih berstatus Kabupaten, Provinsi Maluku.

Saat masa jabatannya di FSPTI belum berakhir, Jasri diamanahi lagi sebagai Ketua Garda Bangsa Maluku Utara, periode 2001-2006. Sebelas tahun kemudian, ia menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku Utara 2017-2022, dan sejak tahun lalu, Ketua Mabinda PMII Maluku Utara.

Sejumlah jabatan tersebut menunjukkan bahwa anak imam Masjid yang teguh dengan prinsip dari petuah ibunya “orang  punya, orang punya”—sebutan lain untuk kejujuran dan tidak tamak/rakus, itu dapat dipercaya oleh banyak orang yang berbeda karakter dan latar belakang.

Kejujuran tak terlepas dari kesetiaan, komitmen, dan loyalitas telah ditunjukkan oleh Jasri yang hingga kini tetap di partai dan organisasi yang sama, tanpa melupakan dunia buruh yang menjadi bagian penting dari kehidupannya. Dengan lain kata, Jasri bukanlah manusia bertipe “bunglon” yang berubah “kulit” karena kondisi “alam”, atau meminjam istilah budayawan Emha Ainun Nadjib, bukan manusia yang “dicitrakan”,“diemas-emaskan.” Bukan pula manusua “seolah-olah”, kata mendiang Mangunwidjaya, Rohaniawan Katolik yang berkarib dengan mendiang Gus Dur.

Selain itu, melihat jejaknya di organisasi-organisasi tersebut, terutama yang berbendera Nahdlatul Ulama (NU), lelaki berbintang Scorpio itu tumbuh di lingkungan organisasi yang terkenal “tradisional” bernafas pluralis, menghargai dan mencintai perbedaan. Perbedaan adalah rakhmat! Bukan perpecahan!

Wujud pluralisme itu terbukti: Sekretaris DPW PKB Maluku Utara diisi oleh A. Malik Sillia—mantan pengurus DPP IMM (Ortom Muhammadiyah), yang terpilih anggota DPRD Provinsi Malut, dan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat diisi Pdt. Jornan Murary, periode 2019-2024.

Itulah sebabnya, Jasri, sekalipun memandang organisasi merupakan basis ideologi, dia tidak menutup diri untuk bergaul/bersahabat dengan berbagai kalangan. Persahabatannya melampaui sekat-sekat agama, suku, etnis, budaya, dan organisasi. Tak mengherankan, bila ia juga punya sahabat dari tokoh agama lain yang hingga kini tetap menjalin tali silaturahmi. Hubungan antarsesama manusia yang dirajutnya sejak dulu, dalam ajaran Islam disebut hablum minannas, yang jadi bagian penting keberadaan (eksistensi) manusia di jagat ini.

Dengan demikian, rasanya tak berlebihan untuk dikatakan bahwa, Kota Ternate yang dihuni beragam etnis, suku, agama, budaya, dan organisasi, selaras dengan sosok Jasri yang hidup sederhana sekalipun mampu secara ekonomi, memiliki pikiran dan jiwa inklusif serta dipercaya, yang dapat menaungi semua perbedaan tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here