Insiden Preman Aniaya Petani Kopra Dinilai Kelalaian Kepolisian

0
718
Potongan Video penganiayaan salah satu Petani Kopra yang diduga dilakukan Preman saat demonstrasi Rabu Pekan kemarin

Jakarta, PilarMalut.id – Viralnya video Penganiayaan yang diduga dilakukan gerombolan Preman dan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara, di media sosial terhadap Petani Kopra yakni Haiyun Galela dan Juanda Galela, saat melakukan unjuk rasa anjloknya harga kopra didepan Kantor Bupati Halut, Rabu (28/11/2018) lalu, mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Selain kecaman dari komponen pemuda, organisasi Kemahasiswaan, kini kecaman keras datang dari kalangan akademisi.

Akademisi Hukum Tata Negara, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta, Andy Wiyanto, kepala PilarMalut.id via WhatsApp Minggu (02/12/2018) mengatakan, menyampaikan pendapat di depan umum yang dilakukan petani kopra di kantor Bupati Halut, merupakan aktifitas yang dilindungi negara.

“Setelah melihat video itu, Saya jadi bingung masa alat negara seperti Satpol-PP melakukan hal sehina itu, padahal sejatinya apa yang dilakukan para petani sesuai perintah Undang-Undang no 9 tahun 1998, harusnya mereka yang tergabung dalam satuan polisi pamong praja itu tau diri dan malu terhadap para petani, karena jangankan honor mereka, pentungan mereka saja dibeli dengan uang negara yang terkumpul ke kas daerah dikasih secara ikhlas oleh petani melalui pajak,” katanya.

Selain itu kata Andi, unjuk rasa petani kopra harusnya mendapat perlindungan dan pengawalan dari alat negara terutama pihak kepolisian, sebab dalam konsep dasar bernegara di Indonesia, fungsi utama polisi yakni, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, terutama para petani kopra yang melaksanakan wujud unjuk rasa dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang dijamin UU no 9 tahun 1998.

Baca Juga : Petani Kopra Korban Penganiayaan Alami Patah Tulang Rusuk

“Vatalnya lagi, disaat kejadian kenapa polisi tega membiarkan saudara petani kita dianiaya, bahkan yang menganiaya orang tua kita atau petani itu, juga segerombolan Preman, dimana fungsi Polisi saat itu?, Ingat! di Indonesia ini tugas pokok dan fungsi Polisi itu tertuang jelas dalam pasal 30 UUD 1945, menegakkan hukum itu poin yang paling terakhir, poin pertama yang wajib didahulukan polisi ialah melindungi masyarakat, dan masyarakat itu ya termasuk para petani itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, insiden penganiayan yang sudah terjadi dan video nya menjadi trending topik di medsos murni tindakan kejahatan. “Ini tindakan kejahatan yang hanya bisa di selesaikan di meja pengadilan dan sudah sepantasnya polisi membayar kelalaian yang telah ia lakukan dengan segera menetapkan siapa tersangka atas insiden itu, apalagi ada barang bukti dalam bentuk video yang sudah viral itu,” tuturnya. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here