Ini Rute Kedatangan TKA China di Pulau Obi

0
660
Aksi penolakan TKA China di areal pertambangan PT Harita Grup beberap hari lalu.

TERNATE, PilarMalut.id – Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara, diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kedatangan 46 TKA asal China yang akan bekerja di PT. Harita Grup di Halmahera Selatan Provinsi Malut dengan rute perjalanan melalui Sulawesi Utara.

TKA berjumlah 46 tiba di Manado Sulawesi Utara dengan pesawat Batik Air Nopen ID 6276 tanggal 7 April 2020 dari Jakarta. Sebelum masuk Manado, mereka sebelumnya dalam perjalanan dari Kamboja dan Malaysia. Di Manado mereka diinapkan perusahan di Hotel Mels Inn Kota Manado.

“Dari Manado 46 TKA asal China ini lewat kapal laut menuju Obi. Mereka lewat kapal laut agar tak terdeteksi oleh masyarakat Maluku Utara. Mereka TKA asal China menuju Obi dari pelabuhan ruko, Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung dengan menggunakan kapal KM Budi Mulya,” kata Diruktur Lembaga Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Malut, Hasbi Yusuf melalui rilis yang di terima PilarMalut.id, Selasa (14/04/2020).

Hasbi mengungkapkan, sebanyak 46 TKA asal China yang masuk ke Obi sesuai manifest perjalanan dan paspor diantaranya, Zhao GuangMing, Zhang ChunHu, Duan YingQin, Liu JianFeng, Fu LiCao, Ma YingLi, Zhao DongDong, Jia De Qing, Liu Yong Fu, Ou Yang Zhi Xin, Qin Xiao Bo,b Shi Ji GGan, Li Xiao Gang, Li Wei, Hu ShiJie, Xia Fei, Yan DongGe, Bao Cheng Zhou. Ming Ling Jia, De Wang Li, Si Min Bao, Nai Hui Du, Da Wu Pan, Hong Tao Zhang, De Cheng Sun, Qing Wen Yu, Yang RongJie, Jia RuZheng , Tao XingLong, Zheng Hui, Duan PengFei, Meng XiangBi, Wang wenxu, Wu Yilou, Liu Yongchuan, Zhong Jianming, He Xin, Chang Xiaozhen, Lin Yiyuan, Zhuang Hongbo, Yang chengxiang, Pan deng, Yang Jun, Zheng Xianhuang, Zhang Baodon dan Xie Sheng.

“Dan kasus TKA China, saya perkirakan akan didiamkan pemerintah pusat dan daerah. Seperti biasa akan ada klarifikasi dan pengalihan isu TKA asal China ke masalah yang lain. Dan dugaan saya pemerintah akan membenarkan tindakan perusahaan tambang,” ujarnya.

Menurutnya, kekayaan tambang di negeri ini hanya dinikmati pemilik kuasa di pusat dan daerah. Negeri ini bukan milik elit berkuasa, ini negeri milik rakyat. Rakyat berhak menikmati kekayaan negeri ini. Rakyat bukan budak elit yang sesuka hati dibodohi pemilik kuasa dan pemilik modal.

“Indonesia itu bukan hanya ada di upacara dan ruang rapat para elit tapi harus dibuktikan dalam kehidupan rakyat. Pengelolaan kekayaan alam yang tak menguntungkan rakyat menurut saya adalah penghianatan atas sang saka Merah Putih,” tegasnya.

Hasbi berharap, masyarakat, penggiat lingkungan, NGO, aktivis kampus, ormas, OKP dan Pers harus mengawal kasus ini hingga pemulangan terhadap 46 TKA asal China dari Maluku Utara dan Indonesia. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here