Hati-Hati Penggunaan Anggaran Covid-19, Gugus Tugas Malut Baru Habiskan Rp 38 Miliar

0
110
Sekprov Malut, Samsuddin A Kadir.

TERNATE, PilarMalut.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara nampaknya sengat berhati-hati dalam penggunaan anggaran Covid-19 yang telah dianggarkan senilai Rp148 miliar.

Buktinya, hingga memasuki tahap II pada Juni-Agustus anggaran yang digunakan 38 miliar dari yang dicairkan Rp 51 miliar dari total anggaran 148 miliar. “Kita sangat berhati-hati dalam penggunaan anggaran, tetapi itu bukan berarti mengurangi kinerja tim gugus,” kata Samsuddin Abdul Kadir dalam konferensi pers di Media Center Posko Gugus Provinsi Sahid Hotel, Sabtu (27/06/2020).

Sebab kata Samsuddin, ada beberapa pos anggaran yang belum terpakai setelah dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), misalkan anggaran yang disusun dalam RAB untuk pelaksaan PSBB serta perluasan lokasi karatina.

“Kita tidak mau menggunakan anggaran PSBB yang disiapkan dalam RAB, karena tidak ada daerah-daerah di Maluku Utara yang melaksanakan PSBB,” ujarnya.

Begitu juga dengan pengadaan alat kesehatan (Alkes), kendati sudah dianggarkan sesuai dengan program kerja dalam penanganan Covid-19, akan tetapi banyak bantuan Alkes yang diberikan baik dari pusat maupun lembaga pemerintah lainnya termasuk pihak swasta.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan dan Aset Provinsi Maluku Utara, Bambang Hermawan menjelaskan, refacusing dan relokasi APBD tahun 2020 sesuai dengan Permendagri 2020 dimana jumlah relokasi yang dialihkan dari Belanja Langsung ke Belanja Tidak Langung adalah sebesar Rp148 miliar, sedangkan saldo awal dari Belanja Tidak Langsung sendiri adalah Rp15 miliar, sehingga total Rp168 miliar.

Akan tetapi kata Bambang, pencairan saat ini baru Rp51 miliar, sehingga dilihat dari penyerapan anggaran masih kecil. Sementara untuk anggaran yang telah disiapkan untuk pelaksanaan PSBB sebesar Rp50 miliar serta pengadaan alkes sebesar 12 miliar yang tidak terpakai pada tahap I (Maret-Mei), dengan total Rp 62 miliar.

“Kalau di penyerapan anggaran kumulatif secara keseluruan khususnya untuk pelaksanaan Covid-19, ini sudah hampir diatas 50 persen. Yang untuk pencadangan memang belum ada penetapan kususnya penyiapan pengembangan karatina dan PSBB. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here