Gugus Tugas Malut Tegaskan Hanya 1 Karyawan PT. NHM Sembuh dari Corona

0
140

TERNATE, pilarmalut.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, menegaskan hingga kini karyawan PT. Nusa Halmahera Utara (Halut) yang dinyatakan sembuh dari Corona Virus (Covid-19) hanya 1 orang karyawan, karena hingga kini Gugus Tugas Malut belum menerima data 123 karyawan diklaim PT. NHM sudah sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf dalam konferensi pers di Media Center Gustu Malut Posko Sahid Bela Hotel, Kamis (9/7/2020) mengatakan, karyawan PT. NHM yang dinyatakan sembuh dengan dibuktikan hasil laboratorium hanya 1 orang.

“Yang pada tanggal 24 Juni dilaporkan ada 6 yang sembuh, itu kami belum terima hasil apalagi yang 123 karyawan kemarin,”katanya.

Pernyataan Alwia ini, menyusul pernyataan Wakil Bupati Halut, Muhlis Tapi Tapi yang mengakui bahwa 123 karyawan PT. NHM sudah dinyatakan sembuh, sesuai dengan data yang disampaikan pihak PT. NHM ke Pemda Halut.

“Sampai saat ini kami tidak menerima hasil pemeriksaan Laboratorium dari RS Siloam, Manado yang menyatakan bahwa, dua kali pemeriksaan negatif, sebagai persyaratan pasien sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya hasil data uji swab dari laboratorium yang memeriksa Covid-19 yang telah memiliki link dengan Gugus Nasional, sehingga setiap hasil langsung diinput ke pusat oleh laboratorium pemeriksa (RS Siloam).

“RS Siloam memiliki link untuk diiput ke pusat, sehingga begitu hasilnya ada, mereka langsung menginput ke pusat, kemudian pusat akan menginformasikan kembali kepada Pusdatin Provinsi Maluku Utara, sehingga kita mengetahui yang di Maluku Utara ada sekian,” cetusnya.

Data di Gugus Tugas Provinsi kata dia, sebagaimana laporan dari tiga laboratorium (BBLK Makassar, Prodia dan RS Siloam) jumlah karyawan PT. NHM yang telah terkonfirmasi positif sebanyak 196 orang.

Selain itu, lanjut Alwia, menerima hasil untuk follow up dari karyawan PT. NHM pada 30 Juni dari RS Siloam ada 1 pasien follow up dan hasilnya masih positif. Kemudian pada tanggal 1 Juli yang dilaporkan pada 2 Juli dari RS Siloam itu ada 7 pasien yang hasilnya 5 masih positif, sementara 2 orang hasilnya negatif baru 1 kali.

Sehingga, harus ada 1 kali hasil pemeriksaan follow up. Selanjutnya, pada 3 Juli terlapor di tanggal 4, ada 29 yang hasilnya masih tetap positif dan ada 11 yang hasilnya negatif baru 1 kali.

“Total yang kami terima follow up itu ada 48 orang dan dari 48 orang itu, ada 13 orang yang hasilnya negatif baru 1 kali, sementara persyaratan sembuh harus 2 kali negatif,” tandasnya.

Bahkan untuk kepentingan data sebut Alwia, Gugus Covid-19 Provinsi Malut terus membangun komuniksi dengan RS Siloam. “Kami tetap membangun komunikasi dengan Laboratorium Siloam, bahkan dari Gugus Pusat menghubungi ke RS Siloam karena ini mengakibatkan keterlambatan data yang kami terima,” terangnya.

Untuk itu, informasi karyawan PT. NHM yang sembuh menjadi perhatian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Malut, karena karyawan PT. NHM yang terkonfirmasi positif berada di Maluku Utara dan sudah menjadi kluster terbesar di Malut, dengan kasus transmisi lokal di dalam lokasi pertambangan PT. NHM.

Alwia menambahkan, sebanyak 179 karyawan NHM yang saat ini melakukan karantina di sejumlah hotel di Ternate, sebagian telah terkonfirmasi positif dan sebagian masih menunggu hasil uji swab. “Ada yang sudah positif dan ada juga yang masih menunggu hasil spesimen,” tutupnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here