Gubernur Resmi Teken MoU dengan Investor Beli Kopra

0
118

SOFIFI, PilarMalut.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara, resmi bekerjasama dengan PT. Krambel Idjo untuk mengatasi keresahan petani kopra akibat anjloknya harga kopra. Kerja sama Pemprov Malut dan PT. Krambel Idjo dalam bentuk penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), di Aula Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/11/2018).

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba kepada sejumlah awak media mengatakan, dengan adanya kerja sama Pemerintah Provinsi Malut dengan PT. Krambel Idjo, merupakan solusi untuk petani kopra di Malut.

“Gejolak yang terjadi akhir-akhir ini membawah hikmah, sebab mengingatkan kepada kita ada sesuatu yang harus diperbaiki, apalagi dalam waktu dekat ini ada saudara-saudara kita yang memperingati natal. Semoga dalam waktu dekat, kerja sama pemerintah dengan investor ini bisa diselesaikan,” katanya.

Menurutnya, langkah kerja sama pemerintah dengan PT. Krambel idjo akan menyentuh langsung ke petani kopra, sebab PT. Krambel idjo membeli kopra langsung ke Desa. “Nantinya pembelian kopra sekarang itu langsung ke desa, tidak boleh ke pengusaha-pengusaha dulu, karena nanti kita akan membeli dengan harga yang pantas,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, kerjasama tersebut bukan hanya membeli Kopra, tetapi juga menawarkan industri lain kepada petani kelapa, bagaimana mengolah kelapa menjadi sumber ekonomi lain selain kopra.

“Untuk jangka panjang nanti dinas Pangan akan menyiapkan mesin pengolahan Kelapa dan diberikan ke desa-desa, paling tidak 20 atau 30 desa untuk melakukan komponen-komponen pengolahan yang sudah disepakati, nanti hasil olahan petani kelapa itu dibeli PT. Krambel Ijho,” tuturnya.

Baca JugaGubernur Resmikan Kantor PLN UP3 Sekaligus Terangi 19 Desa

Sementara Direktur PT. Krambel Idjo Saukani Paulaksono kepada awak media mengatakan, pihaknya telah melakukan kersajama dengan pemprov malut mengatasi keresahan petani kopra akibat anjloknya harga kopra di Malut, dengan membeli kopra sekaligus menawarkan pembuatan minyak berbahan kelapa menggunakan teknolgi moderen langsung ke petani.

“Mengatasi keresahan petani kopra ini, kemampuan kita akan menginvestasi Rp 5 miliar untuk membeli hasil petani kelapa di desa-desa. Selain membeli kopra kita tawarkan pembuatan minyak dengan cara teknolgi moderen berbasis desa ke petani, kopra kita beli dengan harga Rp 5 ribu perkilo dan minyak Rp 10 ribu perkilo,” imbuhnya.

Ia menambahkan, mekanisme teknis dilapangan pihaknya bersama Dinas Perindag Malut menggandeng BUMDes yang berada di desa, Sebab BUMDes sebagai fasilitator menampung kopra petani maupun industri kelapa dalam bentuk pembuatan minyak ke Petani kelapa.

“Kita membeli kopra melalui BUMDes yang ada di desa-desa, selain itu kita juga memberikan pelatihan selama satu minggu ke BUMDes bagaimana mengkonfersi kopra dengan metode teknologi menjadi minyak dan sama-sama kita teruskan ke petani kopra, kita ajak petani berindustri langsung,” terangnya. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here