Gubernur Malut Perintahkan OPD Teknis Antisipasi Virus Corona

0
64
Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba

SOFIFI, PilarMalut.id – Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK), memerintahkan sejumlah Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkup Pemerintah Provinsi Malut, untuk mengatisipasi serangan virus Corona di Malut.  Sebab, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina juga berada Malut yang tersebar di perusahan tambang.

Langkah Gubernur Malut tersebut agar OPD teknis mengambil langkah cepat mengantipasi agar masyarakat tidak terinfeksi virus Corona.

Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (27/01/2020) mengatakan, sudah harus langkah antispasi sehingga masyarakat tidak terkena virus corona karena virus yang mematikan itu sudah menyebar di sejumlah negara, meskipun informasi data pasti belum diketahui.

“Kabupaten/kota di Malut sudah mempunyai Rumah Sakit, sehingga RSU harus antisipasi itu. Kita harus berikhtiar dan berhati-hati,” tuturnya.

Menurutnya, telah memerintahkan Dinas Kesehatan segera memantau di pintu masuk kedatangan orang asing di Malut, jangan sampai ada yang membawa virus tersenut ke Malut lantaran mereka sudah terinfeksi.

“Terus pantau, jangan sampai kita kecolongan, karena masuk di Malut kita tidak tahu. Maka harus berhati-hati,” ujarnya.

Selain Dinas Kesehatan, Gubernur juga memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memantau diarea pertambangan, karena sebagian tenaga asing saat ini cuti tahun Baru Imlek dan balik ke Malut sudah terinfeksi virus conora.

“Saya meminta Disnaker juga berhati-hati, karena tenaga asing banyak yang sedang cuti Imlek,”terangnya.

Ia juga menegaskan, seluruh perusahan tambang di Malut dan pemerintah kabupaten kota untuk antisipasi virus corona.

Terpisah, Kepala Seksi Inteljen dan Penindakkan Imigrasi, Agus Apono menurkan, beredarnya virus corona yang menghawatirkan harus diastipas juga di Maluku Utara, karena Maluku Utara juga merupakam daerah banyaknya Warga Negara Asing (WNA) dari Negri Cina, yang bekerja di berbagai perusahaan di Maluku Utara seperti, Weda Bainikel, IWIP, Harita Grup.

“Para tenaga kerja saat melakukan perjalanan cuti hari Imlek tersebut sejauh ini dari pihak Imigrasi, tidak memiliki data untuk WNA yang melakukan cuti. “Mereka kalau pulang cuti itu tidak lapor disini, kita tidak tahu itu, yang tau hanya pihak Bandara Internasional saja,” imbuhnya.

Ia mengaku, perjalanan cuti yang dilakukan para pekerja WNA, pihaknya tidak melakukan pendataan kembali karena para pekerja tersebut masih memiliki paswor yang aktif. “Kalau brangkat ya berangkat saja, mau pulang baik seratus kali juga tidak apa-apa,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan para Imgrasi hanya dilakukan bandara Internasinal saja, sementara Bandara Babullah bukan bandara Internasional sehingga tidak harus dilakukan pemeriksaan ulang. (Div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here