Gubernur Buka Raker Sibualamo dan Serahkan SK Plt Ketua di Delapan Daerah

0
242
Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba saat menyerahkan SK Plt Ketua Sibualamo di delapan daerah.

TERNATE, pilarmalut.id – Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, yang juga Ketu Dewan Penasehat Badan Pengurus (BP) Sibua lamo Provinsi Maluku Utara, didampingi Ketua BP Sibualamo Provinsi Malut Saifuddin Djuba, menyerahkan surat keputusan (SK) plt Ketua Cabang Sibualamo di depan kabupaten/kota yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kota Ternate, Kota Tidore kepulauan dan pulau Morotai.

Selain menyerahkan SK Plt ketua Cabang Sibualamo di delapan kabupaten/kota, berlangsung di ballroom Restoran Floridas. Minggu (18/10/2020) mlam tadi, setelah AGK membuka acara secara resmi pelaksanaan rapat kerja (Raker) BP Sibualamo Provinsi Maluku Utara dengan tema “Canga Dalam Lintasan Zaman” transformasi nilai dan semangat dalam merespon tantangan zaman, dihadiri para sesepuh Togale, Dewan Penasehat BP Sibualamo, Pengurus Sibualamo serta masyarakat Togale yang berdomisili di Kota Ternate.

Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya menyampaikan, generasi Togale selalu menjaga dan menjunjung tinggi budaya teruma bahasa jangan sampai hilang seiring dengan perkembangan zaman.

”Negeri ini dibangun para leluhur kita kesultanan kita, maka budaya yang mereka wariskan kita jaga jangan sampai hilang terutama bahasa,” katanya.

AGK mengaku, bahasa Galela dan Tobelo jarang kita dengar dikalangan generasi Togale Ketika sudah berada didaerah rantau, berbeda dengan bahasa daerah lain misalnya bahasa makian, Tidore sering di dengar di ruang-ruang publik, untuk itu dirinya mengiatkan bahasa Galela maupun Tobelo harus dijaga dan sering digunakan karena dengan bahasa dapat menyatukan seluruh keluarga Togale.

”Saya berharap bahasa Galela maupun Tobelo sering kita gunakan dalam lingkungan Togale jagan sampai hilang, karena berapa kali saya kunjungan, saya temukan hanya dimengerti tapi tidak bisa diucapkan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak agar pendidikan dikedepankan, pasalnya harus diakui sumber daya manusia khusus di Togele masih sangat minim jika bandingkan dengan suku lain, maka dari itu diberharapkan perbanyak doktor dan magister.

”Sekarang ini persaingan pengetahuan, maka pendidikan dikedepankan, kita pakai bukan karena suku, tapi karena pengetahuan kita yang kita miliki, maka perbanyaklah doktor dan magister,”harapnya.

Sementara, Ketua Sibualamo BP Provinsi Maluku Utara Saifuddin Djuba menambhakan, dengan dibentuknya Sibualamo di kabupaten/kota dapat memperkuat solidaritas masyarakat Togale serta memelihara nilai-nilai budaya Tobelo Galela yang dicanangkan para leluhur selama ini.

“Untuk itu lembaga ini lebih mengarah pada kegiatan sosial, dengan lembaga Sibualamo ini dapat memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai budaya dan bahasa kita, ditengah perkembangan zaman,” tuturnya.

Ia juga berharap, plt Ketua Sibualamo di delapan daerah ini, dapat menjalankan tugas tugas dan amanah dengan baik, sehingga pelaksanaan musyawarah dengan waktu yang diberikan 6 bulan dapat berjalan dengan baik.

”Tugas Plt Ketua di delapan daerah ini melakukan musyawarah Sibualamo,” terangnya.

Saifuddin mengaku, untuk rapat kerja Sibualamo akan melahirkan rekomendasi baik secara eksternal dan internal, untuk eksternal disampaikan ke Pemerintah Provinsi Malut sebagi fungsi kontrol, sementara rekomendasi internal lebih banyak pada penguatan kelembagaan, dan penyusunan program kerja kedepan.(red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here